Akibat Wabah PMK, Bandung Barat Diprediksi Kekurangan Hewan Kurban Idul Adha

- Rabu, 18 Mei 2022 | 21:51 WIB
Petugas memeriksa hewan di sentra penjualan hewan kurban, Antapani, Kota Bandung. Bandung Barat diprediksi kekurangan hewan kurban jelang Idul Adha, menyusul penutupan jalur distribusi hewan ternak dari daerah wabah PMK. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Petugas memeriksa hewan di sentra penjualan hewan kurban, Antapani, Kota Bandung. Bandung Barat diprediksi kekurangan hewan kurban jelang Idul Adha, menyusul penutupan jalur distribusi hewan ternak dari daerah wabah PMK. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi kekurangan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha, menyusul pemerintah menerapkan penutupan jalur distribusi hewan ternak dari daerah pusat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan pengalaman Hari Raya Idul Adha tahun sebelumnya, jumlah kebutuhan hewan kurban di Bandung Barat mencapai 15.000 hewan ternak. Terdiri dari 5.000 sapi potong dan 10.000 domba/kambing.

Sementara ini, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB mencatat, saat ini ketersediaan sapi potong di Bandung Barat hanya sekitar 3.000 ekor. 

Jumlah tersebut merupakan stok sisa sebelum ada kebijakan dihentikannya distribusi hewan ternak akibat wabah PMK

Baca Juga: Polisi Mencari Wanita Misterius Kuburkan Bayi Baru Lahir di Cianjur

"Stok sapi untuk Idul Adha masih kurang karena stok siap potong baru ada 3.000-an, minimal harus ada 5.000 ekor, apalagi kita harus suplai ke daerah Depok dan Jakarta," ujar Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Tamrin, Rabu 18 Mei 2022. 

Untuk menutupi kekurangan pasokan ini, Dispernakan Bandung Barat memperbolehkan para pengusaha dan bandar hewan ternak untuk mendatangkan sapi dan domba dari wilayah-wilayah belum ditemukan kasus PMK. 

Wilayah tersebut di antaranya Cianjur, Purwakarta, dan Kabupaten Bogor. Hingga saat ini tiga daerah itu belum dilaporkan PMK. 

Baca Juga: Pemkab Bandung Akan Lawan Gugatan Sengketa Lahan 4 SD Negeri di Margahayu

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X