Anji Curhat Gagal Manggung di Bandung, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

- Selasa, 17 Mei 2022 | 18:54 WIB
Anji Curhat Gagal Manggung di Bandung, Begini Penjelasan Satgas Covid-19 (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)
Anji Curhat Gagal Manggung di Bandung, Begini Penjelasan Satgas Covid-19 (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Penyanyi solo Anji curhat di media sosial (medsos) saat hendak menggelar acara musik di Bandung. Mantan vokalis Drive ini mengaku bingung ketika konser musik yang akan dilangsungkan pada pukul 19:00 WIB tersebut harus batal padahal semua persiapannya telah ditempuh.
 
Keluh kesah tersebut ia tulis dalam instagram pribadinya. Sembari mengunggah foto berlatar panggung musik, Anji diketahui batal manggung di Bandung bersama sejumlah pengisi acara lain seperti Eddi Brokoli hingga Melly Mono eks vocalis band She.
 
 
"Ada yang aneh dengan Bandung. Panggung sudah berdiri, semua pengisi acara sudah siap, tapi acara batal dapat izin di Hari H," tulis Anji dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Kata Anji, jika memang alasannya terkait kerumunan, pihak yang melarang acara ini perlu melihat gelaran acara seperti Joyland Festival hingga Bigbang Fest di Indonesia. Sebab menurutnya, acara yang digagas kemarin salah satunya sebagai bentuk apresiasi terhadap petugas kebersihan di Kota Bandung.
 
"Kalau alasannya kerumunan, yang melarang acara ini perlu melihat JOYLAND, BIGBANG FEST dan banyak acara lain di Indonesia. Padahal lagi, ini acara apresiasi untuk petugas kebersihan Kota Bandung. Bakal ada santunan juga. Bukan untuk umum. Sebuah acara yang punya tujuan mulia," tulisnya.
 
"Entah apa alasannya. Padahal ini acara untuk undangan TERBATAS. Jadi kalau ada alasan bakal mengumpulkan massa, jelas tidak. Lagian kalau alasannya itu, beberapa minggu sebelumnya DI TEMPAT SAMA diadakan acara yang didatangi massa banyak, dan tidak apa-apa," lanjutnya. 
 
 
Jika merujuk curhatan Anji, acara yang dimaksud adalah Drumadhan di Balai Kota Bandung. Acara tersebut mengumpulkan para drummer band-band ternama di Indonesia seperti Sandy Pas Band, Hendy Gigi hingga Ozom Rocket Rockers.
 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Saeful Gufron merespons hal ini. Menurut dia, acara Drumadhan sudah mengantongi izin keramaian terlebih dahulu dari pihak kepolisian, sementara untuk konser Anji sama sekali belum mengantongi izin dari satgas maupun polisi.
 
"Kalau pas yang ramadan itu jauh-jauh hari dia sudah melayangkan surat ke satgas, terus kami juga konfirm ke polres, ada," kata Kasatgas Covid-19 Kota Bandung Asep Gufron saat dihubungi, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Asep menegaskan, panitia konser Anji dengan tajuk DCDC for You Bersih-bersih Kota Bandung belum mengantongi izin. Padahal, satgas sudah menunggu izin tersebut sejak Jumat 13 Mei lalu.
 
 
"Nah kalau ini kan ke kita juga sampai hari Jumat itu belum ada surat yang masuk ke kami (terkait konser Anji), bahwa misalnya pada hari Senin ada kegiatan itu di Balkot. Saya konfirmasi juga karena sampai hari itu belum memiliki izin keramaian dan izin dari satgas," ungkapnya.
 
Satgas juga punya assessment atau penilaian tersendiri mengenai dua acara musik tersebut. Bagi satgas, acara Drumadhan tidak termasuk konser musik, karena hanya berupa acara ngabuburit para drummer di Kota Bandung sembari menunggu waktu berbuka puasa. Sementara agenda Anji jelas merupakan konser musik dan mulai digelar pada malam hari.
 
"Kalau yang kemarin ramadan, itu lebih bersifat tidak ada musiknya. Nah ini mah ada (konser Anji). Kan itu event atau konser-konser begitu lah bentuknya, walaupun ini dilakukan secara terbatas, kan kita tidak tahu terbatas seperti apa," terangnya.
 
Asep menegaskan, apabila acara itu digelar, nantinya malah menimbulkan kerumunan massa. Ditambah, lokasi di Balai Kota Bandung begitu terbuka dan bebas dimasuki oleh siapapun.
 
 
"Kalau misalnya terus digelar musik, ya pastilah masyarakat mah akan datang, nah siapa nanti yang akan mengendalikan itu kalau di luar. Kalau di dalam kan udah jelas pasti tidak sembarangan orang bisa masuk," tuturnya.
 
"Kalau terbuka ini siapa yang akan misalkan masyarakat ujug-ujug banyak yang datang melihat, terus siapa yang akan mengendalikan. Karena kan dari segi pintu akses masuk kan bebas kalau di balkot," pungkasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semua Kantor ACT di Jabar Diminta Ditutup

Kamis, 7 Juli 2022 | 17:21 WIB
X