Disbudpar Pastikan Persiapan Bandung Kota Angklung Hampir Rampung

- Selasa, 17 Mei 2022 | 15:13 WIB
[Ilustrasi angklung] Disbudpar Pastikan Persiapan Bandung Kota Angklung Hampir Rampung (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi angklung] Disbudpar Pastikan Persiapan Bandung Kota Angklung Hampir Rampung (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, persiapan Bandung Kota Angklung sudah memasuki tahap akhir dan akan dideklarasikan pada 21 Mei 2022 mendatang.
 
“Sekarang kita sedang persiapan akhir, nanti tanggal 21 tinggal deklarasinya. Mudah-mudahan dilancarkan,” kata Kenny saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa, 17 Mei 2022. 
 
Kenny mengatakan, pendeklarasian Kota Bandung sebagai Kota Angklung ini akan melibatkan seniman dan pegiat angklung di seluruh Kota Bandung, salah satunya Saung Angklung Udjo
 
 
Nantinya, jelas Kenny, Saung Angklung Udjo merupakan salah satu panitia pelaksana pendeklarasian Bandung Kota Angklung, bersama pegiat dan komunitas angklung lainnya. 
 
"Mereka (Saung Udjo) itu salah satu panitianya, jadi ada beberapa pihak yang menjadi panitia, salah satunya saung Udjo. Termasuk pegiat angklung dari komunitas," jelasnya. 
 
Sebelumnya, Kenny menjelaskan Kota Bandung telah memenuhi beberapa indikator yang menjadikan layak disebut kota angklung. Seperti ekosistem angklung di Kota Bandung yang sudah tersedia meliputi seniman, komunitas, unsur pendidikan, literatur, serta aktivitas dan industri pariwisatanya. 
 
Selain itu Bandung memiliki perguruan tinggi dengan program studi angklung dan musik bambu. Kampus itu bernama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Angklung juga menjadi ekstrakurikuler di beberapa sekolah menengah. Begitupun aktivasi kegiatan dan industri pariwisatanya, seperti Saung Angklung Udjo (SAU). 
 
 
"Selain itu sejarah angklung di Kota Bandung juga di tahun 1930-an, Pak Daeng Soetigna mempelopori kehadiran angklung," tutur dia.
 
Kenny menambahkan, deklarasi Bandung Kota Angklung diselenggarakan secara hybrid atau offline dan online karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. 
 
"Inginnya seperti Asia Africa Festival, tapi kan, ini masih dalam suasana pandemi. Tapi kita coba gelar secara kolosal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jadi ramainya dapat, tapi prokes tetap terjaga," jelasnya. 
 
Deklarasi tersebut melibatkan sekitar 300 orang mulai dari seniman angklung, komunitas, pegiat, termasuk pelajar di Kota Bandung. 
 
"Persiapannya tidak mendadak. Kita sudah siapkan kajian kenapa di tanggal 21 (deklarasi), kenapa harus di Kota Bandung," ucapnya.
 
 
Kenny berharap, kegiatan ini tidak menjadi ajang simbolis semata. Ke depannya, ia berharap aktivitas angklung di Kota Bandung dapat berjalan secara berkelanjutan. 
 
"Pasca deklarasi, mesti lebih jelas ke depannya mau dibawa ke mana Bandung sebagai kota angklung ini. Mesti disiapkan juga kegiatan yang sustainable," tandasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semua Kantor ACT di Jabar Diminta Ditutup

Kamis, 7 Juli 2022 | 17:21 WIB
X