Penyebab Warga Ditagih Biaya Parkir Rp80 Ribu di Basement Alun-Alun Bandung

- Senin, 16 Mei 2022 | 14:27 WIB
Taman Alun-Alun Bandung. UPT Parkir Dishub Kota Bandung membeberkan kronologi terkait warga yang ditagih Rp80.000 untuk biaya parkir di basement Alun-alun Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Taman Alun-Alun Bandung. UPT Parkir Dishub Kota Bandung membeberkan kronologi terkait warga yang ditagih Rp80.000 untuk biaya parkir di basement Alun-alun Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Yogi Mamesa, membeberkan kronologi terkait warga yang ditagih Rp80.000 untuk biaya parkir di basement Alun-alun Bandung pada Minggu, 15 Mei 2022 sore.
 
Menurut Yogi, warga tersebut tidak mengambil karcis parkir ketika hendak memarkirkan motornya di basement Alun-Alun Bandung.
 
Yogi sempat menanyakan kepada anak buahnya di sana. Katanya, warga tersebut tidak mengambil karcis parkir lantaran dia tidak mengetahui letak tempat karcis sebelum masuk basement Alun-Alun Bandung.
 
Dan setelah warga itu hendak meninggalkan basement Alun-Alun Bandung, dia tidak bisa memberikan bukti karcis parkir kepada petugas.
 
Sehingga sesuai dengan aturan, kata Yogi, jika terdapat warga memarkirkan kendaraannya di basement tidak mengambil dan memegang karcis itu akan didenda Rp15.000. 
 
 
Namun, lanjut Yogi, apabila dia dapat menunjukkan STNK sesuai dengan motornya, kemudian tidak mampu membayar Rp15.000, maka dia diberi keringanan dengan membayar parkir per jamnya saja.
 
"Semalam (masalah ini) juga sudah beres. Saya sudah memerintahkan kepada petugas supaya lapor ke Polsek kejadiannya seperti apa, jangan sampai ada miskomunikasi," kata Yogi, Senin, 16 Mei 2022.
 
Adapun mengenai mesin portal parkir Alun-Alun Bandung yang menurut warga sengaja tidak difungsikan sejak malam takbiran, Yogi menegaskan, mesin tersebut masih berfungsi dengan baik.
 
Yogi menjelaskan, mesin portal parkir selama bulan puasa itu untuk motor sengaja suka dibuka karena pengunjung menggunakan motor menumpuk di belakang. 
 
Ketika pengunjung membludak dan supaya proses parkir motor berjalan cepat, kata Yogi, terkadang terdapat tiga orang di basement Alun-Alun Bandung yang bertugas untuk memberikan karcis parkir.
 
"Bahkan kemarin saya terakhir ke basement (Alun-Alun Bandung) melihat mesinnya masih pada normal," katanya.
 
Yogi juga memastikan tidak ada oknum nakal yang bermain di parkiran basement Alun-Alun Bandung ini. Apabila pihaknya mendapati ada oknum di sana, Yogi akan segera memberhentikan orang tersebut.
 
 
"Yang saya takutkan tamu yang dari luar Kota Bandung. Kalau ada oknum seperti ini malah bikin malu Kota Bandung. Mencoreng Kota Bandung. Apalagi kalau ini terjadinya kepada anak buah saya, saya berhentikan langsung," ungkapnya.
 
Kemudian pihaknya menginformasikan, bahwa biaya parkir di basement kategori pusat kota untuk R4 adalah Rp5.000 per jamnya, sedangkan R2 atau motor adalah Rp3.000 per jam. 
 
"Jadi kalau di atas itu tidak mungkin," tutupnya.
 
Sebelumnya diberitakan, salah seorang warganet bercerita pengalamannya ditagih Rp80.000 setelah memarkirkan motornya di basement Alun-Alun Bandung, Minggu, 15 Mei 2022 sore.
 
Andin, nama samarannya, bersama saudaranya dengan jumlah empat motor mengaku ditagih uang parkir sebesar Rp80.000 oleh petugas di basement Alun-alun Bandung setelah memarkirkan motornya di sana tidak lebih dari satu jam.

Andin bilang, dirinya bersama saudaranya memarkirkan motor di basement Alun-Alun lantaran ingin menunaikan ibadah shalat Ashar sekaligus ikut meneduh menunggu hujan reda.

Menurut pengakuannya, awalnya Andin mengira mesin portal masuk parkir di basement Alun-Alun Bandung itu rusak karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dia masuk tanpa karcis parkir.

Bukan hanya itu, dugaan Andin itu juga diperkuat oleh orang-orang sebelumnya yang masuk ke basement Alun-Alun Bandung tanpa diberi karcis parkir.

Setelah dia bersama saudaranya selesai menunaikan ibadah, terdapat pemeriksaan kelengkapan dokumen motor seperti STNK tepat di arah pintu keluar basement Alun-Alun Bandung.

Andin juga mengira, dengan dikeluarkannya STNK ini mulanya sudah cukup untuk membuktikan kepemilikan. Tapi nyatanya, Andin dan saudaranya kena sanksi sebesar Rp20.000 per motor, yang artinya Andin ditagih Rp80.000.

Merasa tidak melakukan kesalahan yang fatal, dia bernegosiasi dengan petugas untuk menurunkan biaya parkir sesuai dengan harga per jamnya.
 
Baca Juga: Ini Skema Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan saat Libur Waisak di Kawasan Wisata Lembang KBB

Dan akhirnya setelah proses negosiasi, Andin bersama saudaranya pun harus membayar parkir sebesar Rp60.000.

Andin sempat bertanya kepada petugas tersebut mengenai mesin portal parkir yang difungsikan. Andin diberi tahu bahwa mesin itu tidak dijalankan sejak malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1443 H karena pengunjung yang membludak. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X