Proyek Ridwan Kamil di Situ Ciburuy Gusur Bale Kesenian, Pelaku Seni-Budaya KBB Meradang

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 20:00 WIB
Proyek revitalisasi Situ Ciburuy di KBB yang digagas Ridwan Kamil menggusur Bale Pinton sebagai ruang ekspresi pegiat seni budaya. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )
Proyek revitalisasi Situ Ciburuy di KBB yang digagas Ridwan Kamil menggusur Bale Pinton sebagai ruang ekspresi pegiat seni budaya. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Proyek revitalisasi Situ Ciburuy di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggusur Bale Pinton sebagai ruang ekspresi pegiat seni budaya. 

Penggusuran Bale Pinton dilakukan tanpa musyawarah dengan pegiat seni budaya serta masyarakat sekitar Ciburuy. Bangunan itu diratakan untuk disulap jadi food court dan lahan wisata selfi. 

Tindakan penggusuran Bale Pinton dikutuk keras oleh pelaku seni budaya. Pasalnya, tempat itu satu-satunya ruang berkreasi bagi para seniman dan budayawan KBB.

Baca Juga: Stok Hewan Kurban di Bandung Barat Aman Meski Jalur Distribusi Hewan Ternak Ditutup

"Kami minta pucuk pimpinan Jawa Barat, bapak Ridwan Kamil segera membangun kembali Bale Pinton yang telah rata dengan tanah," kata Salah seorang pelaku seni di Situ Ciburuy, KBB, Barien, Sabtu 14 Mei 2022.

Pelaku Seni Budaya Bandung Barat menilai tindakan penggusuran Bale Pinton merupakan bentuk kebijakan Ridwan Kamil yang tidak pro terhadap pengembangan kebudayaan di masyarakat.

"Kita pelaku seni budaya padahal sudah ikut berperan untuk mendatangkan wisatawan dengan cara membuat pagelaran. Tapi sekarang balasan dari Rindwan Kamil seperti ini, kita sedih," tambahnya.

Baca Juga: PPNI Jabar : Ridwan Kamil Cocok Maju di Pemilihan Presiden 2024

Menurutnya, akibat dibongkarnya bale Pinton tersebut tempat atau ruang publik untuk berkesenian kini sudah tidak ada lagi. Hal itu sangat disayangkan karena Pemprov Jabar selaku pemgembang Situ Ciburuy dianggap tidak memiliki rasa kepedulian untuk memelihara dan mengembangkan seni budaya Sunda.

Meskipun tanah dan bangunan itu, yang memiliki hak membangun adalah Pemprov Jawa Barat, tapi yang bakal menghidupkan tempat itu adalah warga dan seniman budayawan setempat. Bukan seniman jauh dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat. 

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertama Kali, Kereta Cepat Berjalan di Atas Rel

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:27 WIB
X