Stok Hewan Kurban di Bandung Barat Aman Meski Jalur Distribusi Hewan Ternak Ditutup

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:30 WIB
Stok hewan kurban di KBB menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H dipastikan masih aman meski pemerintah menutup jalur distribusi akibat PMK.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Stok hewan kurban di KBB menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H dipastikan masih aman meski pemerintah menutup jalur distribusi akibat PMK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Stok hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, dipastikan masih aman meski pemerintah telah menutup jalur distribusi hewan ternak untuk menghindari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB mencatat ada 3.000 lebih populasi sapi potong untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha. Ribuan sapi ini tersebar di beberapa feedlotter dan peternakan tradisional milik warga.

Jadi meskipun ada pembatasan jalur distribusi hewan ternak dari wilayah rawan wabah PMK. Bandung Barat tetap aman stok hewan kurban.

Baca Juga: Bandung Barat Tutup Jalur Distribusi Hewan Ternak dari Daerah Rawan PMK

"Populasi sapi potong saat ini ada lebih dari 3000 ekor di KBB, jadi aman untuk stok masyarakat KBB," kata Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Thamrin, Jumat 13 Mei 2022. 

Tercatat di Jawa Barat sudah ada tiga daerah yang melaporkan adanya kasus PMK pada hewan ternak. Tiga daerah itu yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Banjar. 

Untuk pencegahan di KBB, pemerintah menutup jalur distribusi hewan ternak dari wilayah rawan wabah PMK dengan cara bekerjasama dengan Dinas Perhubungan serta aparat kepolisian. Lampu hijau lalulintas hewan ternak hanya diizinkan masuk ke Bandung Barat yang langsung di sembelih di rumah potong hewan (RPH).  

Baca Juga: Polda Jabar Awasi Jalur Distribusi Hewan Ternak dari Daerah Wabah PMK

"Untuk lalulintas ternak, kita hanya membolehkan yang langsung masuk ke RTH, karena langsung di potong. Kalau ada indikasi PMK, segera diambil sampel, kemudian perlakuan terhadap bagian yang terinfeksi PMK segera didisinfeksi atau direbus," terang Undang. 

Ia menegaskan, meski virus PMK telah menyebar di tiga daerah Jawa Barat, Dispernakan KBB menghimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan adanya virus PMK, dikarenakan daging  sapi yang terinfeksi virus masih bisa dimakan.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X