Wabah PMK pada Ternak Dipastikan Belum Ada di Kota Bandung

- Kamis, 12 Mei 2022 | 10:57 WIB
Ilustrasi sapi ternak. Kepala DKPP Kota Bandung mengaku belum menemukan adanya kasus PMK yang menjangkiti hewan ternak di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Ilustrasi sapi ternak. Kepala DKPP Kota Bandung mengaku belum menemukan adanya kasus PMK yang menjangkiti hewan ternak di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Pertanian menyebut Dua kawasan yang dilanda wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak yakni di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.
 
Sementara empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto. 
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengaku belum menemukan adanya kasus PMK yang menjangkiti hewan ternak di Kota Bandung.
 
 "Jadi kasus PMK di Jawa Timur itu masih bersifat lokal. Sekarang yang perlu didorong adalah bagaimana upaya pemerintah pusat melakukan lockdown agar penyakit ini tidak menyebar," ujar Gin Gin Ginanjar pada Kamis 12 Mei 2022.
 
Hal tersebut, dipastikan Gin Gin Ginanjar setelah pihaknya melakukan monitoring, pengawasan dan pengendalian kesehatan hewan ternak. Baik melalui group komunikasi terbuka para peternak, maupun dilakukan tim secara langsung. 
 
 
"Kita juga memiliki sistem data terpadu untuk dilaporkan ke pemerintah pusat, dan itu kita lakukan dalam satu minggu sekali. Nah, data yang kita berikan ini berisikan informasi kesehatan hewan ternak di Kota Bandung," lanjut Gin Gin. 
 
Gin Gin menegaskan, bahwa DKPP Kota Bandung hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan ke beberapa kelompok peternak. Secara umum, Gin Gin kembali memastikan, bahwa kasus PMK di Kota Bandung relatif terkendali sejak 1986 lalu. 
 
"Sejak tahun 1986, kasus PMK di Kota Bandung sudah tidak ada," ucapnya. 
 
Gin Gin tak menampik bahwa mayoritas hewan ternak di rumah potong hewan (RPH) yang tersebar di Kota Bandung didatangkan dari luar daerah. Namun secara teknis, setiap hewan ternak yang datang, harus melalui pemeriksaan dan dilengkapi dokumen. 
 
 
"Seperti adanya surat asal hewan, surat kesehatan hewan. Itu harus diketahui dan ditandatangani oleh dokter hewan dimana hewan itu berasal. Jadi hewan yang datang ke Kota Bandung bisa dijamin kesehatan dan keamanannya untuk dikonsumsi," tandasnya. 
 
Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Pertanian jumlah kasus hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur sebanyak 3.205 ekor dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen. Sementara kasus positif PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian 1 ekor. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X