Diperkirakan Turun, Geliat Kunjungan Wisata Kabupaten Bandung Lumayan

- Rabu, 11 Mei 2022 | 19:45 WIB
[Kawah Putih] Kunjungan pariwisata Kabupaten Bandung saat libur Idulfitri 2022 diperkirakan mengalami penurunan jika dibandingkan momen serupa di 2019. (Ayobandung.com)
[Kawah Putih] Kunjungan pariwisata Kabupaten Bandung saat libur Idulfitri 2022 diperkirakan mengalami penurunan jika dibandingkan momen serupa di 2019. (Ayobandung.com)



SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kunjungan pariwisata Kabupaten Bandung saat libur Idulfitri 2022 diperkirakan mengalami penurunan jika dibandingkan momen serupa di 2019.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan kunjungan pariwisata termasuk perputaran uang selama libur Idulfitri 2022.

"Untuk jumlah, masih kami hitung. Tapi data kasarnya, jika dibandingkan dengan libur Idulfitri beberapa tahun lalu saat normal, memang masih belum maksimal. Dengan 2019 juga masih dibawah," tutur Wawan, Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Oppo Reno 7 sampai HP Oppo Terbaru 5G Favorit versi Mei 2022, Cek 12 Daftarnya

Namun kata Wawan, antusiasme masyarakat untuk beriwisata sudah cukup lumayan, terlebih dalam dua tahun terakhir terjadi mati suri pariwisata karena pandemi Covid-19.

"Antusiasmenya lumayan tinggi. Ini menjadi hal yang menggembirakan. Mudah-mudahan geliat pariwisata Kabupaten Bandung kembali tumbuh setelah libur Idulfitri 2022 ini," katanya.

Pertumbuhan pariwisata, lanjut Wawan, erat kaitannya dengan geliat ekonomi masyarakat di kawasan wisata. Terlebih objek wisata di Kabupaten Bandung cukup merata hampir di seluruh wilayah, sehingga dengan bergeliatnya wisata akan ada perputaran uang yang lumayan besar di masyarakat.

"Untuk perputaran uangnya masih kami hitung," ujarnya.

Perputaran uang dihitung berdasarkan jumlah kunjungan, uang yang dibelanjakan wisatawan, lama tingggal.

Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Bandung Barat, Medsos Ramai Tagar PercumaLaporPolisi 

"Harus selesai dulu menghitung jumlah kunjungannya. Nanti kan bisa dilihat, berapa lama tinggalnya, karena itu juga mempengaruhi. Misalnya apabila wisatawan hanya lewat mengeluarkan uang Rp300.000 untuk berwisata dan berbelanja, kalau menginap bisa beberapa kali lipat baik untuk kebutuhan penginapan maupun belanjanya," ujarnya.

Wawan menilai, walaupun masih belum melampaui kunjungan wisatawan 2019, dengan antusiasme tinggi masyarakat diharapkan bisa menjadi pemantik kebangkitan pariwisata Kabupaten Bandung kedepan.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X