Pembunuh Perempuan di KBB Beberapa Kali Ancam Korban, Sempat Dilaporkan ke Polisi

- Selasa, 10 Mei 2022 | 17:55 WIB
Pembunuh Perempuan di KBB Beberapa Kali Ancam Korban, Sempat Dilaporkan ke Polisi (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Pembunuh Perempuan di KBB Beberapa Kali Ancam Korban, Sempat Dilaporkan ke Polisi (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pelaku pembunuhan perempuan bernama Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata telah beberapa kali melakukan ancaman.

Sebelum menikam leher dan perut Wiwin hingga meninggal dunia, pelaku berinisial M itu kerap melancarkan teror ancaman. Baik kepada korban maupun kepada keluarga. 

Mimin (55), ayah korban mengatakan, ancaman tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari kata-kata kasar, pengrusakan, hingga menyebar fitnah bahwa korban telah mengandung bayi. 

Baca Juga: Kapan Gaji ke 13 PNS 2022 dan Pensiunan Cair? Berikut Tanggal dan Besarannya

Menurut Mimin ancaman itu dilayangkan karena pelaku tak terima hubungan asmaranya dengan korban berakhir. Pelaku memaksa agar pihak keluarga mengawinkan dengan korban.

"Sudah tak terhitung ancaman pembunuhan yang dilancarkan pelaku ini. Merusak jendela, pintu, dan menyebar fitnah hamil agar segera dikawinkan. Padahal anak saya (korban) menolak sama dia, dan memastikan tuduhan itu tak terbukti," jelas Mimin, Selasa 10 Mei 2022.

Mimin menjelaskan teror ancaman pembunuhan yang dilayangkan M kerap dilontarkan sambil mengacungkan senjata tajam. Peristiwa teranyar terjadi Selasa 3 Mei 2022 atau 5 hari sebelum peristiwa pembunuhan

Baca Juga: Info Terkini Kapan BSU 2022 Cair? Ini Jawaban Resmi dari Kemnaker

Karena tak kuat dengan ancaman itu, Mimin bersama ketua RW untuk melaporkan tindak M ke aparat kepolisian. Niatnya untuk keamanan keluarga dan menghentikan tindakan meresahkan pelaku. 

"Sampai di Polsek saya diminta pulang lagi karena tidak cukup bukti. Padahal saya sebut ada atap asbes pecah, bekas rusak di pintu dan kaca. Tapi petugas bilang harus ada bukti barang diambil atau kerusakan barang senilai minimal Rp2 juta," tambah Mimin. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

289 Orang Daftar Anggota Panwascam di Bandung Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:10 WIB

Pemprov Jabar Dorong Petani Kopi Ekspor Tanpa Perantara

Jumat, 23 September 2022 | 19:07 WIB
X