BMKG Beberkan Penyebab Bandung Raya Terasa Gerah Seminggu Terakhir

- Senin, 9 Mei 2022 | 16:43 WIB
[Ilustrasi] BMKG Beberkan Penyebab Bandung Raya Terasa Gerah Seminggu Terakhir (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi] BMKG Beberkan Penyebab Bandung Raya Terasa Gerah Seminggu Terakhir (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) membeberkan penyebab Bandung Raya panas dan gerah dalam seminggu terakhir.
 
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, suhu Bandung Raya terobservasi berkisar antara 29,6 hingga 31,6 derajat Celcius. Suhu ini melebihi suhu maksimum Kota Bandung, yaitu 28,8 derajat Celcius.
 
Selain suhu, Rahayu menyebut, kelembapan relatif dalam seminggu terakhir juga naik, yakni berkisar antara 89 - 91%, dengan nilai normalnya yaitu 88%.
 
 
"Perpaduan antara suhu tinggi dan kelembapan relatif yang tinggi menjad penyebab utama mengapa suhu atau cuaca di Bandung Raya seminggu terakhir ini terasa panas dan gerah (ngelekeb - bahasa Sunda)," kata Rahayu dalam keterangan resminya, Senin, 9 Mei 2022.
 
Menurut Rahayu, terdapat tiga penyebab suhu udara menjadi di atas rata-rata normal semestinya
 
1. Posisi gerak semu matahari yang pada saat ini berada di sekitar Equator, sehingga kondisi pertumbuhan awan di wilayah Jawa Barat dan Pulau Jawa pada umumnya berkurang. Dengan berkurangnya jumlah awan di atmosfer, maka energi matahari yang diterima permukaan bumi semakin banyak hingga cuaca pada siang hari terasa semakin panas dan lembap.
 
 
2. Masih tingginya Suhu Permukaan Laut (SPL) sehingga udara terasa lembap, karena proses evaporasi dan evapotranspirasi masih tinggi. Adanya perubahan fase air dari cair menjadi gas menyebabkan tingkat kelembapan udara di atmosfer menjadi tinggi.
 
3. Kelembapan relatif (Relative Humidity - RH) menyatakan perbandingan tekanan uap air dan tekanan uap air jenuh pada suhu yang sama dengan satuan persen (%). Suhu udaranya tinggi mencerminkan kemampuan menampung uap air juga tinggi.
 
 
"Kondisi ini diprediksi akan tetap berlangsung hingga akhir Mei atau akhir musim peralihan (pancaroba)," kata Rahyu. 
 
BMKG Stasiun Bandung sendiri memprediksi musim kemarau akan segera memasuki Bandung Raya pada awal hingga pertengahan Juni 2022.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X