1.500 Petugas Masih Bersihkan Sampah Saat Libur Lebaran di Kota Bandung

- Rabu, 4 Mei 2022 | 14:19 WIB
DLH Kota Bandung akan menurunkan 1.500 personel tenaga kebersihan guna mengantisipasi peningkatan produksi sampah hingga H+5 Lebaran.  (Diskominfo Kota Bandung )
DLH Kota Bandung akan menurunkan 1.500 personel tenaga kebersihan guna mengantisipasi peningkatan produksi sampah hingga H+5 Lebaran. (Diskominfo Kota Bandung )
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menurunkan 1.500 personel tenaga kebersihan untuk mengantisipasi peningkatan produksi sampah saat H-4 sampai H+5 lebaran.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi mengungkapkan, kesiagaan para petugas lantas didukung dengan 111 armada pengangkut sampah. Yang terdiri dari truk, sikap, hingga motor sampah.
 
"Kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengantisipasi ini (peningkatan produksi sampah) dengan menurunkan 1.500 tenaga kebersihan," ujar Dudy, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Pihaknya memperkirakan, akan terjadi peningkatan produksi sampah pada lebaran tahun ini naik sekitar 2-5 persen dari produksi sampah pada hari biasa. 
 
Saat ini, kata dia, produksi sampah Kota Bandung sekitar 1200 ton per hari, dia memprediksi peningkatan sampah sampai 60 ton di hari lebaran.
 
 
"Tonase dihari biasa sekitar 1200 ton, kita prediksi peningkatan ke 1250-1260 ton per hari di hari lebaran," ujar Dudy. 
 
Penambahan sampah, kata Yudi, tersebar di tempat wisata dan pusat kegiatan lebaran seperti tempat takbiran, salat Idulfitri, halalbihalal, dan ziarah.
 
"Karena Kota Bandung merupakan destinasi wisata, kita antisipasi penumpukan di tempat tempat wisata. Selain itu kita juga antisipasi saat selesai salat Id," kata dia.
 
Dudy menyampaikan, pada hari H lebaran, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti ditutup. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk menahan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
 
Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk menerapkan konsep Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan Sampah) dengan memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
 
"Masyarakat bisa memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik, bisa diolah dijadikan pupuk kompos. Sementara untuk sampah anorganik, dikumpulkan dan bisa dikirimkan ke bank sampah yang tersebar di kelurahan dan kecamatan," jelasnya. 
 
 
Penerapan Kang Pisman, kata dia, telah mengurangi lebih dari 20 persen yang dikirimkan ke TPS. Maka, menurutnya penerapkan Kang Pisman secara langsung akan mengurangi beban penumpukan sampah
 
"Selain bisa mengurangi, sampah tersebut bisa kita tabung di bank sampah yang tersebar di kewilayahan dan menghasilkan nilai ekonomi tersendiri," tandasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X