Warga Bandung Barat Masih Rawat Tradisi Syukuran Cangkedong Pasca Lebaran

- Senin, 2 Mei 2022 | 15:54 WIB
Masyarakat Kampung Cipadang, KBB masih melestarikan tradisi syukuran cangkedong yang biasa digelar pasca Lebaran.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha )
Masyarakat Kampung Cipadang, KBB masih melestarikan tradisi syukuran cangkedong yang biasa digelar pasca Lebaran. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Kampung Cipadang RT 1 RW 15, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih melestarikan tradisi syukuran cangkedong, yang biasa digelar pasca Lebaran. 

Tradisi syukuran cangkedong merupakan kebiasaan warga Priayangan yang berbarengan dengan halalbihalal sesudah salat Idul Fitri. Syukuran ini diawali dengan berdoa dan ditutup dengan makan bersama nasi cangkedong.

Kudapan nasi cangkedong sendiri adalah nasi berserta aneka jenis lauk pauk yang dibungkus berbentuk bulat atau lonjong menggunakan daun pisang. 

Baca Juga: Bagaimana Hukum Silahturahmi di Hari Raya Idul Fitri, Ini Penjelasannya

Biasanya, tiap orang warga yang mengikuti syukuran ini masing-masing membawa nasi cangkedong antara 5-10 bungkus . Kemudian, bungkusan nasi cangkedong dari tiap warga dikumpulkan dan dinikmati bersama. 

"Dengan sistem ini, warga akan saling menikmati cengkedong buatan warga lainnya," papar sesepuh Kampung Cipadang, Abah Wasna, Senin 2 Mei 2022.

Wasna menjelaskan, tradisi ini mempunyai tujuan mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa saling berbagi, serta bagian stimulasi semangat anak untuk memakmurkan mesjid.

Baca Juga: Download Youtube Vance Apk Versi New 2022 GRATIS, Bebas Iklan

"Tujuan lainnya untuk melestarikan buday nenek moyang yang semakin luntur," jelas Wasna. 

Wasna menjelaskan, tradisi syukuran cangkedong ini telah ada dan dipraktikkan sejak zaman dulu, di masyarakat Sunda. Namun kini mulai luntur di beberapa daerah. 

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X