H-3 Lebaran, Pemudik Roda Dua Mulai Padati Jalur Bundaran Cibiru

- Jumat, 29 April 2022 | 17:14 WIB
Pemudik memilih jalur Bundaran Cibiru lantaran pulang kampung ke tujuan yang dekat-dekat via non tol, seperti Tasikmalaya dan Garut. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Pemudik memilih jalur Bundaran Cibiru lantaran pulang kampung ke tujuan yang dekat-dekat via non tol, seperti Tasikmalaya dan Garut. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
CIBIRU, AYOBANDUNG.COM – Kepala Pos Pantau Bundaran Cibiru, Suraji SP membeberkan, pemudik roda dua (R2) mulai memadati jalur lintas Kota dan Kabupaten ini per Jumat, 29 April 2022 siang.
 
Menurutnya, kepadatan pemudik mulai terlihat tepat setelah shalat Jumat, dan diprediksi lebih meningkat lagi ketika sore hingga malam hari.
 
Kata Suraji, pemudik baik yang menggunakan R2 maupun R4 ini memilih jalur Bundaran Cibiru lantaran pulang kampung ke tujuan yang dekat-dekat via non tol, seperti Tasikmalaya, Garut, dan tak sedikit juga ke Jawa Tengah serta Cirebon.
 
"Kalau dominan pemudik masih R2 ya, dilihat dari barang bawaannya seperti tas besar, kardus," kata Suraji ketika ditemui di Bundaran Cibiru, Jumat, 29 April 2022.
 
 
Selain hari ini, dirinya memprediksi kepadatan pemudik juga terjadi pada esok hari, terutama dari sore menuju malam.
 
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat sebaiknya tidak mudik dalam waktu yang bersamaan, yang dapat memadati jalan dan waktu perjalanan semakin bertambah.
 
 
"Kalau memang memungkinkan, lebih baik masyarakat menggunakan transportasi publik seperti kereta sehingga dapat mengurangi kepadatan di jalan raya," ujarnya.
 
Dalam memantau lalu lintas, pihaknya dibantu oleh regu lainnya, mulai dari Samata, Propos, Lantas, dan Padal. Satu regu ini terdiri dari delapan orang.
 
Pemudik memilih jalur Bundaran Cibiru lantaran pulang kampung ke tujuan yang dekat-dekat via non tol, seperti Tasikmalaya dan Garut. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
 
Kemudian, ada regu pramuka Bhayangkara Peduli. Terdiri dari 35 orang termasuk pembina, tugas mereka adalah untuk membantu petugas dalam mengurai kemacetan.
 
Sampai hari ini, pihaknya mencatat tidak ada laka lantas yang terjadi selama pemudik melintasi jalur Bundaran Cibiru, tepatnya dari arah Barat ke Timur.
 
Dia berharap masyarakat yang mudik bisa berhati-hati saat mengendarai sehingga tercipta zero accident.
 
 
"Tapi tentu kami tetap akan patroli, karena kami tetap mobile. Kami juga sudah siap siaga alat P3K lengkap," jelasnya.
 
Salah seorag pemudik, Devi (43), kerap menunggu angkutan elf untuk mudik ke pulang kampung halamannya di Panjalu, Ciamis.
 
 
Dia mengaku kendaraan yang bisa sampai ke daerah kampung halamannya hanya elf, sebab di sana tidak ada stasiun apalagi bandara.
 
"Ongkosnya Rp50 ribu per orang. Bisa sampai ke tujuan sekitar tiga jam kalau tidak macet, kalau macet paling lima atau enam jam," ungkapnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMKM Binaan bank bjb Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri

Selasa, 27 September 2022 | 15:53 WIB
X