Observatorium Bosscha Pantau Hilal Satu Syawal

- Rabu, 27 April 2022 | 16:03 WIB
Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha akan menyelenggarakan pengamatan bulan sabit muda, yang merupakan penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal. (Wikimedia Commons/Azmie Kasmy (CC))
Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha akan menyelenggarakan pengamatan bulan sabit muda, yang merupakan penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal. (Wikimedia Commons/Azmie Kasmy (CC))

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Observatorium Bosscha akan menyelenggarakan pengamatan bulan sabit muda, pada tanggal 28 April hingga 1 Mei 2022, yang merupakan penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal atau penentu Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Kegiatan pengamatan internal ini hanya dihadiri oleh staf Observatorium Bosscha, mematuhi himbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat selama pandemi.

Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan, dan juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Syawal 1443 H. 

"Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah Matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah Matahari terbenam ini disebut sebagai hilal," kata astronom sekaligus juru bicara Observatorium Bosscha, Yatny Yulianti, dalam siaran persnya, Rabu 27 April 2022.

Baca Juga: Warga Kota Bandung Dilarang Pawai Obor dan Takbir Keliling Malam Lebaran

Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sebuah teleskop berukuran 106 mm berjenis refraktor yang dilengkapi detektor kamera berbasis CCD.

Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.

"Data hilal Syawal Minggu 1 Mei 2022 di Indonesia elongasi toposentris Bulan dan Matahari merentang antara 4,86°-6,36° dan ketinggian toposentris Bulan merentang antara 3,54°-5,42°," kata Yatny. 

Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal Ramadhan dan Syawal adalah pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang isbat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X