Mengapa Kasus Budidaya Tanaman Ganja Banyak Ditemukan di Lembang Bandung Barat?

- Sabtu, 16 April 2022 | 16:39 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi kembali mengungkap kasus budidaya tanaman ganja menggunakan polybag di Lembang, Bandung Barat.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha )
Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi kembali mengungkap kasus budidaya tanaman ganja menggunakan polybag di Lembang, Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi kembali mengungkap kasus budidaya tanaman ganja menggunakan media polybag di kawasan Lembang, Bandung Barat (KBB), pada Rabu 13 April 2022.

Aparat kemanan menangkap dua orang tersangka adik-kakak berinisial HR dan ZM. Dari tangan kedua tersangka, disita 37 pohon ganja dalam polybag, benih berupa biji ganja seberat 42,82 gram, dan 5 batang pohon ganja hasil panen seberat 120 gram. 

Kasus budidaya tanaman ganja di Lembang bukan kali pertama terungkap. Sebelumnya, polisi sempat melakukan penggerebekan ladang ganja seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Kampung Patrol, Desa Sunten Jaya, Lembang, tanggal 12 Juli 2020 lalu. 

Baca Juga: Jelang Mudik, Jalan Berlobang di Cianjur Sebabkan Kecelakaan

Lantas mengapa Lembang menjadi daerah paling banyak ditemukan kasus budidaya tanaman ganja

Menurut Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan, kawasan Lembang mempunyai kelebihan tanah subuh dan udara sejuk. Kondisi ini sangat cocok untuk kawasan pertanian dan budidaya ganja.  

"Mengapa Lembang, karena udaranya dingin dan tanahnya subur. Gemah Ripah loh jinawi," terang Imron beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 16 April 2022 dan Bacaan Doa Buka Puasanya

Meski punya dua kelebihan itu, Imron menegaskan, masyarakat tetap dilarang untuk menanam atau membudidayakan tanam ganja karena jelas melanggar hukum. 

Pasca temuan kasus budidaya tanaman ganja dalam polybag, pihaknya bakal terus menyelidiki wilayah-wilayah lain yang punya kecocokan suhu dan tanah sebur seperti Parongpong, Cisarua dan Ngamprah.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X