Hindari Bandung Lautan Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

- Minggu, 10 April 2022 | 14:40 WIB
TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Pemkot Bandung berencana akan membuat tempat pengolahan sampah terpadu guna menghindari Bandung Lautan Sampah seperti di TPA Leuwigajah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Pemkot Bandung berencana akan membuat tempat pengolahan sampah terpadu guna menghindari Bandung Lautan Sampah seperti di TPA Leuwigajah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana akan membuat tempat pengolahan sampah terpadu guna menghindari Bandung Lautan Sampah seperti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah tahun 2005 silam. 
 
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, Pemkot  Bandung berencana akan meminjam aset berupa lahan kosong yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat (AD) untuk dijadikan sebagai tempat pengolahan Sampah terpadu.
 
"Alhamdulillah kemarin Jenderal Dudung (KASAD) sudah mengizinkan Pemkot untuk menggunakan kurang lebih aset milik AD untuk pengolahan sampah terpadu. Karena kita butuh 2 hektare untuk tempat pengolahan sampah terpadu," ujar Yana pada Minggu, 10 April 2022.
 
Langkah tersebut, lanjut Yana, ditempuh sebagai bentuk antisipasi dalam waktu dekat TPA Sarimukti dikhawatirkan tidak bisa menampung sampah yang dikirim dari Kota Bandung.
 
 
"Karena dari 1500 ton sampah Kota Bandung baru 300 ton yang baru bisa diolah. 1200 tetap dibuang ke TPA Sarimukti, dan kemungkinan dalam waktu dekat ini juga Sarimukti sudah overload (melebihi kapasitas), bahkan tahun depan saya dengar mau ditutup," lanjutnya. 
 
Selain itu, belum beroperasinya TPA Legoknangka menjadi pertimbangan lebih Pemkot Bandung membuat tempat pengolahan sampah terpadu untuk menghindari sampah yang tidak terproses. 
 
"Kita tidak mau, ada tragedi seperti tahun 2005 di Leuwigajah, jangan sampai Bandung jadi lautan sampah kembali," imbuhnya. 
 
 
Ketika disinggung program Pemkot Bandung Kang Pisman, Yana menuturkan bahwa program untuk pengolahan sampah dari rumah tersebut saat ini masih tetap berjalan.
 
"Itu tadi, dari 1500 ada 300 ton sudah terproses. Ada yang dengan kompos, blacksolderplay, macem macem. Dan 1200 (ton Sampah), itu 49 persennya organik. Kemungkinan yang dengan TNI AD (peminjaman lahan), akan menyelesaikan yang 49 persen yang organik," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X