BPBD Bandung Barat Waspadai Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba

- Jumat, 25 Maret 2022 | 14:34 WIB
BPBD Bandung Barat waspada cuaca ekstrem. Bencana longsor di sejumlah titik Desa Sarimukti, Bandung Barat, sempat melumpuhkan akses angkutan truk sampah menuju TPA Sarimukti. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
BPBD Bandung Barat waspada cuaca ekstrem. Bencana longsor di sejumlah titik Desa Sarimukti, Bandung Barat, sempat melumpuhkan akses angkutan truk sampah menuju TPA Sarimukti. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat memasuki peralihan musim atau musim pancaroba.

BPBD telah mendapat laporan dari BMKG bahwa musim hujan akan berakhir pada April 2022. Lalu akan memasuki peralihan musim hujan ke musim kemarau (musim pancaroba).

Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo mengatakan musim pancaroba kerap terjadi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Peristiwa itu sering terjadi tiba-tiba dan bersifat lokal.

Baca Juga: Harga Jengkol di Bandung Barat Meroket, Lebih Mahal dari Daging dan Minyak

"Jadi musim pancaroba ini kerap panas lalu tiba-tiba hujan dan angin kencang. Ini yang disebut cuaca ekstrem," kata Duddy, Jumat 25 Maret 2022.

Menurutnya, cuaca ekstrem tersebut dapat memicu sejumlah bencana mulai dari banjir, longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Khusus untuk angin kencang dan puting beliung Duddy memetakan peristiwa ini terjadi hampir di sejumlah kecamatan, namun paling banyak di wilayah datar dan berbatasan dengan Waduk.

"Potensi puting beliung saat musim pancaroba bisa terjadi beberapa kecamatan. Seperti Padalarang, Cililin, Cihampelas, dan Cipatat," terangnya.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Istirahat Mudik Lebaran di Bandung Barat dan Cimahi

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X