Eks Atlet BMX Jabar Dianggap Tak Terlibat Jaringan Sabu 1,196 Ton Pangandaran

- Kamis, 24 Maret 2022 | 16:33 WIB
Polisi sempat mengamankan mantan atlet sepeda BMX Jawa Barat (Jabar), Niki Sansan, ketika menggagalkan peredaran sabu 1,196 ton di Pangandaran. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Polisi sempat mengamankan mantan atlet sepeda BMX Jawa Barat (Jabar), Niki Sansan, ketika menggagalkan peredaran sabu 1,196 ton di Pangandaran. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
 KUTAWARINGIN, AYOBANDUNG.COM -- Polisi sempat mengamankan mantan atlet sepeda BMX Jawa Barat (Jabar), Niki Sansan, ketika menggagalkan peredaran sabu 1,196 ton di Pangandaran.
 
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, berdasarkan keterangan yang dia dapat, Niki Sansan belum ada keterkaitan dengan jaringan sabu ini.
 
"Awalnya diamankan, tetapi dia masih dalam penyelidikan. Keterangan yang didapat saat ini memang yang bersangkutan belum ada keterkaitan dengan jaringan ini," ujar Ibrahim Tompo usai konferensi pers di Pusdik Intel, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis, 24 Maret 2022.
 
 
Ibrahim menjelaskan, keberadaan Niki Sansan di lokasi pengungkapan hanya menemani kekasihnya, yang kini menjadi tersangka.
 
Kekasih Niki Sansan sendiri diketahui merupakan warga negara Afghanistan berinisial MB (19).
 
"Keterangan yang kita peroleh dari hasil pendalaman, yang bersangkutan ini merupakan pacar dari salah seorang tersangka," tutur dia. 
 
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu kurang lebih 66 kadung atau seberat 1,196 ton di Pangandaran pada 16 Maret 2022 lalu.
 
 
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika jenis sabu dari jaringan internasional itu berawal dari penangkapan SA alias Y dengan narkotika jenis sabu sebanyak 6 gram di  Kampung Ciliwung, Kabupaten Bogor pada 25 Februari 2022.
 
Petugas gabungan mendapatkan informasi dari SA bahwa dia mendapatkan sabu dari HM, yang terlibat dalam jaringan internasional peredaran sabu dan akan ada transaksi sabu di pelabuhan Selatan.
 
"Ketika pencarian, didapati empat tersangka lain yang saat itu baru selesai transaksi di tengah laut dan akan berlabuh di pantai Madasari wilayah Pangandaran," kata Listyo Sigit.
 
"Pada saat para pelaku sedang memindahkan sabu dari perahu ke mobil, kita amankan," ucapnya menambahkan.
 
 
Adapun kelima tersangka tersebut antara lain SA (32) alias Y sebagai mendapat sabu dari HM, HM (40) alias J sebagai pengendali peredaran sabu serta penghubung dengan nelayan untuk mencari alat pengangkut, lalu HH (39) bertugas untuk mendistribusikan sabu, dan AH (37) sebagai kurir, serta MB yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Afganistan sebagai pengawas sabu dari luar negeri.
 
Atas perbuatan tersangka, Polri menerapkan Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 113 ayat (2) Jo. Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 115 ayat (2) Jo. Pasal 115 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat  (1) UU RI No. 35 Tahun 2005 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X