Tiga Wilayah di Bandung Barat Rawan Peredaran Narkoba

- Rabu, 23 Maret 2022 | 19:29 WIB
[Ilustrasi narkoba] Tiga daerah di Kabupaten Bandung Barat masuk menjadi daerah paling rawan berdasarkan temuan kasus sepanjang tahun 2022. (Pixabay/jorono)
[Ilustrasi narkoba] Tiga daerah di Kabupaten Bandung Barat masuk menjadi daerah paling rawan berdasarkan temuan kasus sepanjang tahun 2022. (Pixabay/jorono)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memetakan wilayah rawan peredaran narkoba. Tiga daerah di KBB masuk menjadi daerah paling rawan berdasarkan temuan kasus sepanjang tahun 2022.

Wilayah tersebut yakni, Kecamatan Lembang, Cipongkor, dan Cisarua. BNN menyebut tiga wilayah ini rawan peredaran Narkoba jenis obat-obatan terlarang. 

"Kita mengungkap laporan yang di Lembang dan Cisarua. Bahkan, para pemakai sudah di rehabilitasi. Untuk di Cipongkor pelakunya berhasil kabur," kata Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP M. Julian beberapa waktu lalu. 

Julian menuturkan, dari pengungkapan kasus obat-obatan terlarang di tiga wilayah tersebut, Kecamatan Lembang menjadi daerah paling banyak barang buktinya, yakni sebanyak 989 obat-obatan terlarang.

Baca Juga: Dishub Jabar Berencana Bangun 143 Pokso Mudik 2022

"Kami amankan obat terlarang bermerk Trihexyphenidyl 85 butir, Tramadol 263 butir dan Heximer 641 butir," tuturnya.

Julian menyebut, korban narkotika tersebut pada umumnya berusia pelajar. Para pelajar ini didorong untuk rehabilitasi, agar tidak putus sekolah.

Untuk para korban terpapar Narkoba, BNN KBB kini telah menyiapkan lokasi rehabilitasi khusus di Ponpes Darul Inayah, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga: Head to Head Portugal vs Turki untuk Play-off Piala Dunia 2022

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X