Dialog dengan Kantor Staf Presiden, PWI Jabar Sampaikan Aspirasi Percepatan Vaksinasi dan Kebangkitan Ekonomi

- Jumat, 18 Maret 2022 | 20:06 WIB
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat (kemeja putih) menyampaikan pemaparannya mengenai penanganan pandemi Covid-19 saat menerima kunjungan dari perwakilan Kantor Staff Presiden (KSP) di Aula Kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan 2, Kota Bandung, Jumat 18 Maret 2022. Kunjungan perwakilan KSP tersebut, dalam rangka program "KSP Mendengar" untuk mendengar dan menyerap aspirasi tentang penanganan Covid-19 di Indonesia khususnya di Jawa Barat.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat (kemeja putih) menyampaikan pemaparannya mengenai penanganan pandemi Covid-19 saat menerima kunjungan dari perwakilan Kantor Staff Presiden (KSP) di Aula Kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan 2, Kota Bandung, Jumat 18 Maret 2022. Kunjungan perwakilan KSP tersebut, dalam rangka program "KSP Mendengar" untuk mendengar dan menyerap aspirasi tentang penanganan Covid-19 di Indonesia khususnya di Jawa Barat. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat mendapatkan kunjungan kerja (kunker) dari Kantor Staf Presiden (KSP) di kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan 2 No.23, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, pada Jumat, 18 Maret 2022.
 
Dalam kesempatan ini, dialog yang dimoderatori oleh Asep Cuwantoro, Tenaga Ahli Muda KSP, PWI Jawa Barat menyampaikan aspirasi kepada KSP terkait percepatan vaksinasi yang mesti didahulukan sehingga kebangkitan ekonomi bisa mengiringi.
 
Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat mengatakan, sudah menjadi tugas media dalam mengingatkan pemerintah baik itu Pemda, Pemprov, serta Pemerintah Pusat, untuk memperhatikan percepatan vaksinasi penduduk sebelum akhirnya menggencarkan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi.
 
 
Karena menurutnya, ketika pemerintah pusat sudah memberikan 'lampu hijau' seperti penurunan level PPKM suatu daerah maka masyarakat akan menganggap bisa bepergian ke manapun tanpa menggunakan masker.
 
"Ketika ada wacana dari pandemi menjadi endemi, maka bisa jadi masyarakat menganggapnya tidak ada Covid-19. Semestinya Pemerintah lebih mempercepat capaian vaksinasi penduduk, minimal vaksin booster di angka 50 persen, disusul dosis 1 dan 2 mencapai 90 persen," kata Hilman Hidayat.
 
Sebab ketika rasio vaksinasi penduduk sudah merata, lanjut Hilman,  roda perekonomian di masyarakat juga akan mengikuti.
 
 
Hilman mencontohkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diselenggarakan, maka akan ada perekonomian yang bergerak, mulai dari bisnis angkutan, ojek online hingga pedagang kaki lima ikut terlibat.
 
"Intinya percepatan vaksinasi dulu, minimal vaksin booster 50 persen, vaksin dosis 1-2 mencapai 90 persen, baru bisa menyebarluaskan wacana endemi," ungkapnya.
 
Dalam dialog ini, hadir beberapa perwakilan media ternama asal Jawa Barat yang tergabung dalam PWI Jawa Barat, seperti Pikiran Rakyat, Republika, Inilahkoran, Fokus Jabar, RRI, dan juga Ayo Media Network. 
 
 
Sedangkan dari KSP hadir sembilan perwakilan, di antaranya Asep Cuwantoro Tenaga Ahli Muda KSP, Adrianto Gani Tenaga Ahli Utama KSP, dan Wandy Tuturoong Tenaga Ahli Utama KSP.
 
Merespons aspirasi Ketua PWI Jawa Barat, Adrianto Gani Tenaga Ahli Muda KSP menjelaskan, bahwa tidak ada resep yang sama dalam menghadapi pandemi Covid-19 terlebih kini sudah memasuki tahun ketiga.
 
 
Namun dirinya setuju dengan pernyataan Hilman Hidayat yang mengatakan, bahwa semestinya percepatan vaksinasi kepada penduduk Indonesia lebih didahulukan.
 
"Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Ketua (PWI Jawa Barat) yakni mementingkan vaksinasinya berapa persen, BOR-nya, dan hal-hal lain harus menjadi variabel dalam perumusan kebijakan," tukasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X