Nakes RSUD Cikalong Wetan Mogok Kerja, Hengky Kurniawan Minta Manajemen Lebih Profesional

- Senin, 21 Februari 2022 | 18:50 WIB
Ratusan tenaga kerja kontrak atau tenaga honorer di RSUD Cikalong Wetan,  Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar aksi mogok kerja. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Ratusan tenaga kerja kontrak atau tenaga honorer di RSUD Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar aksi mogok kerja. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan tenaga kerja kontrak (TKK) atau tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar aksi mogok kerja, pada Kamis 17 Februari 2022.

Aksi tenaga kesehatan ini dilakukan sebagai bentuk protes karena sejumlah hak pekerja belum dipenuhi.

Di antaranya, pembayaran jasa pelayanan (Jaspel) nakes petugas Covid-19 pada bulan Januari-September 2021. Jaspel BPJS Kesehatan tahun 2021 dari bulan Agustus-Desember 2021. Dan Jaspel umum bulan Oktober-Desember 2021.

Baca Juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Kabupaten Bandung Dilakukan Pekan Ini

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan meminta pimpinan manajemen di RSUD lebih profesional.

Pasalnya, status rumah sakit itu telah masuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Permintaan itu pun untuk pengelolaan keuangan lebih fleksibel dan memberikan ruang untuk menerapkan bisnis yang sehat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Artinya BLUD dapat mengelola keuangannya sendiri dan lebih mengetahui apa yang harus dilakukan agar keuangannya tetap sehat," kata Hengky Kurniawan saat dihubungi, Senin, 21 Februari 2022.

Hengky menambahkan, adanya keterlambatan pembayaran jasa pelayanan (Jaspel) di RSUD Cikalongwetan harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X