Pedagang di Cimahi Bingung Terapkan Harga Eceran Tertinggi, Stok Minyak Goreng Masih Banyak

- Jumat, 28 Januari 2022 | 17:53 WIB
Harga minyak goreng masih tinggi di Pasaran Kota Bandung. Pedagang minyak goreng di Pasar Cimahi pun kebingungan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang direncanakan mulai berlaku 1 Februari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Harga minyak goreng masih tinggi di Pasaran Kota Bandung. Pedagang minyak goreng di Pasar Cimahi pun kebingungan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang direncanakan mulai berlaku 1 Februari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

 

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pedagang minyak goreng di Pasar Cimahi kebingungan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang direncanakan mulai berlaku 1 Februari 2022.

Kondisi itu disebabkan stok minyak goreng yang dimiliki pedagang masih banyak. Minyak tersebut dibeli dengan harga tinggi yakni Rp19.000 per liter. Apabila harus menjual dibawah harga beli, pedagang akan merugi. 

"Kami bingung antara turun harga, atau jual harga saat sekarang. Masih tinggi, sekarang 1 liter 19 ribu," kata Agus Hendrayana (40) salah sseorang pedagang minyak goreng di Pasar Atas Baru Cimahi, Jumat 28 Januari 2022.

Sebagaimana diketahui oleh khalayak, pemerintah akan menerapkan HET minyak curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter, mulai 1 Februari 2022. 

Baca Juga: Puluhan Santri Terancam Terlantar, Pesantren Tahfiz Alam Maroko KBB Akan Digusur

Dikatakannya, stok minyak goreng di warung kelontong miliknya masih banyak sebab kurang laku.

Konsumen lebih memburu minyak goreng di minimarket dengan harga Rp14 ribu per liter sesuai yang ditetapkan pemerintah.

"Kita susah jual sekarang. Hari ini aja baru laku 2 pcs aja," ucapnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X