Ini Langkah Antisipatif RSHS Bandung untuk Lonjakan Varian Omicron

- Jumat, 28 Januari 2022 | 09:28 WIB
Menurut Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum, Muhammad Kamaruzzaman -- Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung memastikan pihaknya belum menerima pasien Covid-19 varian Omicron, per 26 Januari 2022. (Ist)
Menurut Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum, Muhammad Kamaruzzaman -- Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung memastikan pihaknya belum menerima pasien Covid-19 varian Omicron, per 26 Januari 2022. (Ist)
SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung memastikan pihaknya belum menerima pasien Covid-19 varian Omicron, per 26 Januari 2022.
 
Meskti begitu, RSHS Bandung tak menampik bahwa pihaknya juga telah membuat langkah antisipatif untuk lonjakan varian Omicron.
 
Menurut Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum, Muhammad Kamaruzzaman, salah satu langkah antisipatif untuk lonjakan varian Omicrom ini adalah dengan memperketat screening Covid-19.
 
 
"Kami sudah menyiapkan lay out seperti lonjakan Delta bulan Juli-Agustus 2021. Kami melakukan layanan triase menggunakan APD tahap dua," kata Kamaruzzaman dalam keterannya yang diterima Ayobandung.com, Jumat, 28 Januari 2022.
 
Tak hanya itu, lanjut Kamaruzzaman, pihaknya juga sudah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk ruang isolasi, yang dapat diisi oleh tiga orang dewasa dan dua anak.
 
Adapun sampai 26 Januari 2022, RSHS Bandung sendiri sedang merawat 34 pasien terduga Covid-19, dengan rincian 31 pasien sebagai suspek dan tiga lainnya positif Covid-19.
 
"RSHS Bandung belum temukan pasien dengan suspek Covid-19 varian Omicron," ujar Kamaruzzaman.
 
 
Sebelumnya, pihaknya bersiaga dengan segala perlengkapan yang dibutuhkan oleh pasien terkonfirmasi varian Omicron.
 
"Pertama, sesuai advice dari komite PPI RSHS yang kami lakukan adalah mengetatkan skrining. Memohon kepada Pemda, petugas untuk melakukan pengetatan, supaya Jabar tidak kemasukan varian Omicron ini," ujarnya.
 
Tak hanya itu, tim dokter RSHS Bandung juga memutuskan untuk memisahkan kamar bagi pasien suspek varian Omicron
 
 
Hal tersebut bertujuan supaya dapat melacak dan mempertimbangkan Whole Genome Sequencing (WGS) apabila ada kecurigaan pada varian Omicron ini.
 
"Kami menyiapkan kamar terpisah untuk pasien suspek diduga varian ini (omicron) dan tidak disatukan dengan pasien suspek covid-19 lain. Jadi ini supaya kami bisa melacak pasien ini dengan mempertimbangkan WGM apabila ada kecurigaan yang sangat tinggi pada varian tersebut," jelasnya.
 
Nantinya, pihaknya tetap akan mempertahankan kapasitas ruang isolasi sesuai dengan kapasitas pada kasus Covid-19 pada Juli - Agustus 2021.
 
 
Adapun kapasitas ruang isolasi di RSHS Bandung, pihaknya menyediakan 40 persen tempat tidur atau sejumlah 376 tempat tidur, sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan.
 
"Kapasitas ruang isolasi belum berubah, masih tetap pada lonjakan di (bulan) Juli - Agustus kami siapkan seperti itu. Kemudian, menyiapkan alat bantu ventilator dan diperluas dengan penempatan selasar isolasi bila nanti terjadi lonjakan," ungkapnya.
 
Lalu Ruang Triage, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan isolasi juga akan dimaksimalkan dalam penanganan Covid-19 varian Omicron
 
 
"Jadi total ruangan kapasitas yang disiapkan bisa mencapai 100 pasien nantinya," katanya.
 
Kemudian sebanyak 40 buah tabung oksigen juga akan ditempatkan di ruang isolasi IGD. Dua supir ambulance pun tak luput dipersiapkan guna mengantar pasien suspek varian Omicron dari IGD menuju ruang isolasi RSHS Bandung di Gedung Kemuning.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X