Lahan Museum Goa Pawon Selesai Dihibahkan, Warga Minta Pembangunan Segera Dimulai

- Kamis, 27 Januari 2022 | 16:15 WIB
Goa Pawon -- Status lahan pembangunan Goa Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya tuntas. Warga pemilik lahan resmi menghibahkan tanah miliknya untuk dibangun Museum Goa Pawon.  (Ayobandung.com/Restu)
Goa Pawon -- Status lahan pembangunan Goa Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya tuntas. Warga pemilik lahan resmi menghibahkan tanah miliknya untuk dibangun Museum Goa Pawon. (Ayobandung.com/Restu)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Status lahan pembangunan Goa Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya tuntas. Warga pemilik lahan resmi menghibahkan tanah miliknya untuk dibangun Museum Goa Pawon

Diketahui, pembangunan Museum Goa Pawon yang dimulai tahun 2011 itu kini mangkrak. Status lahan yang belum jelas, membuat pembangunan tersebut sulit memakai dana dari APBD. 

Pemilik lahan, Yeti mengatakan warkah hibah lahan untuk Museum Goa Pawon seluas 3000 meter persegi telah diselesaikan. Ia berharap selesainya hibah lahan tersebut bisa mempercepat pembangunan Museum Goa Pawon yang sempat terhenti.

Baca Juga: Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

"Hibah sudah selesai. Kita berharap pembangunan segera dilakukan. Jangan sampai tertunda-tunda lagi," jelasnya, Kamis 27 Januari 2022.

Menurut Yeti, keberadaan museum sudah sangat dibutuhkan untuk mewadahi temuan fosil dan artepak di Goa Pawon. Selama ini para pengunjung belum bisa menyaksikan langsung karena benda itu disimpan di Balai Arkeologi (Balar) Bandung. 

"Penemuan fosil dari Goa Pawon sudah hampir ratusan. Jadi museum sangat dibutuhkan untuk mewadahi," tuturnya. 

Baca Juga: Seleksi PPPK Honorer di Cianjur Dibuka Segera, Ini Formasinya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, Heri Partomo mengakui, jika selama ini status tanah di kawasan Gua Pawon masih menjadi kendala dalam melakukan penataan. Intervensi pemerintah tidak bisa leluasa sehingga ada program yang akhirnya tersendat.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X