Ini Alasan Kajati Jabar Tetap Tuntut HW Hukuman Mati

- Jumat, 28 Januari 2022 | 10:11 WIB
Terdakwa HW dituntut mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Terdakwa HW dituntut mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) tetap menuntut terdakwa HW, guru rudapaksa santriwati, dengan hukuman mati.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kajati Jabar Asep N Mulyana dalam sidang replik di PN Bandung, Kamis, 27 Januari 2022.

"Pertama, tuntutan hukuman mati diatur dalam regulasi pada ketentuan perundang-undangan. Artinya, yang kami lakukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya ketika dikonfirmasi.

Baca Juga: HW Minta Keringanan, Kajati Jabar Tetap Lanjut Tuntut Hukuman Mati

Sebagaimana diketahui, terdakwa HW adalah pelaku guru rudapaksa santriwati di Bandung. Korban mencapai 13 orang, dengan beberapa hamil dan telah melahirkan.

Selain hukuman mati, JPU juga menuntut hukuman lain untuk terdakwa HW, antara lain:

  1. Hukuman pidana tambahan pengumuman identitas
  2. Hukuman kebiri kimia
  3. Hukuman denda Rp500 juta dan restitusi kepada korban Rp331 juta
  4. Pembubaran yayasan pesantren termasuk Madani Boarding School
  5. Penyitaan aset dan barang bukti untuk dilelang

Terdakwa HW Akui Menyesal

Kepala Seksi Penerangan dan Hukim (Kasipenkum) Kejati Jabar Dodi Gazali Emil mengatakan, terdakwa HW mengaku menyesal atas perbuatannya memperkosa 13 santriwati di pondok pesantren miliknya.

"Yang bersangkutan (terdakwa HW) menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya, serta pihak lainnya," kata Dodi usai sidang pembacaan pledoi, Kamis, 20 Januari 2022, lalu di PN Bandung.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X