HW Minta Keringanan, Kajati Jabar Tetap Lanjut Tuntut Hukuman Mati

- Kamis, 27 Januari 2022 | 14:55 WIB
Terdakwa HW dituntut mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Terdakwa HW dituntut mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Asep Nana Mulyana menyatakan tetap menuntut terdakwa HW, guru rudapaksa santriwati, dengan hukuman mati dan hukuman kebiri.

Hal itu disampaikan saat ia membacakan tanggapan atau replik terhadap pembelaan (pleidoi) HW di PN Bandung, Kamis, 27 Januari 2022.

"Dalam replik kami, pada intinya kami tetap pada tuntutan semula dan memberikan penegasan beberapa hal. Pertama bahwa tuntutan mati diatur dalam regulasi diatur dalam ketentuan perundang-undangan artinya bahwa yang kami lakukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya, dilaporkan Republika, Kamis, 27 Januari 2022.

Baca Juga: Komnas HAM Tolak Hukuman Mati Terdakwa HW, Ini Jawaban Telak Kajati Jabar

Dia menjelaskan, restitusi atau ganti rugi yang diajukan kepada terdakwa merupakan hasil perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Menurutnya, angka ganti rugi sebesar Rp 331 juta tidak sepadan dengan penderitaan korban.

"Kami menyampaikan kepada majelis hakim, kami meminta agar yayasan dan aset terdakwa itu dirampas untuk negara dan dilelang hasilnya digunakan untuk restorasi korban baik untuk sekolah maupun kepentingan keberlangsungan hidup anak anak korban tanpa sedikit pun mengurangi tanggung jawab negara dan pemerintah melindungi korban," ungkapnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan memastikan keberlangsungan hidup anak-anak korban termasuk menyangkut pendidikan di masa mendatang. Asep mengatakan, penyitaan aset terdakwa dilakukan karena menjadi alat untuk melakukan kejahatan.

"Mengapa kami menyita yayasan dan membubarkan yayasan karena yayasan boarding school dan sebagainya merupakan instrumental delicti artinya alat yang digunakan terdakwa untuk melakukan kejahatan," ujarnya.

Tanpa ada yayasan dan boarding school, dia mengatakan, tidak mungkin terdakwa melakukan kejahatan secara sistematis. Dia meminta, majelis menyita yayasan milik terdakwa.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X