Komnas HAM Tolak Hukuman Mati Terdakwa HW, Ini Jawaban Telak Kajati Jabar

- Kamis, 27 Januari 2022 | 13:32 WIB
Kajati Jabar Asep N Mulyana menjawab penolakan Komnas HAM terkait terdakwa HW dituntut mati. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Kajati Jabar Asep N Mulyana menjawab penolakan Komnas HAM terkait terdakwa HW dituntut mati. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Asep Nana Mulyana menanggapi penolakan terkait terdakwa HW dituntut hukuman mati. Asep menegaskan, tuntutan mati dan kebiri kimia terhadap terdakwa guru rudapaksa santriwati itu sudah sesuai peraturan undang-undang.

"Sekali lagi bahwa tuntutan mati diatur dalam peraturan perundang-undangan artinya secara legal ketika kami mengajukan tuntutan, diatur dalam regulasi. Jadi bukan semaunya kami sendiri artinya sampai saat ini kita sistem kita mengakui tuntutan hukuman mati," ujar Asep seusai sidang kasus pelecehan seksual HW di PN Bandung, dilaporkan Republika, Kamis, 27 Januari 2022.

Dia mengaku tidak ingin berpolemik terkait penolakan Komnas HAM atas tuntutan hukuman mati terhadap HW. Ia menegaskan, tuntutan terhadap terdakwa dilakukan berbasis kepentingan korban.

Baca Juga: Terdakwa HW Akui Menyesal Telah Rudapaksa Santriwati hingga 13 Orang

"Kami tidak akan berpolemik soal itu dan tuntutan kami berbasis kepada korban untuk kepentingan terbaik anak- anak," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan menolak hukuman mati terhadap HW. Namun, Komnas HAM juga mengaku tidak melindungi HW,.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menegaskan, lembaganya tak sepakat dengan penerapan hukuman mati di Tanah Air terlepas siapapun pelakunya. Dia mengungkapkan, hukuman mati bertentangan dengan azas HAM yang berlaku di dunia.

"Tidak hanya untuk kasus ini, untuk semua kasus kami memang tidak sependapat dengan hukuman mati. Perkembangan hukum di internasional sudah lama meninggalkan hukuman mati, karena bertentangan dengan hak hidup yang merupakan hak asasi yang absolut," kata Taufan kepada Republika.co.id, Jumat, 14 Januari 2022.

Sebagaimana diketahui, tim JPU Kejati Jabar sebelumnya menuntut hukuman mati dan kebiri kimia untuk terdakwa HW. Korban sendiri mencapai 13 orang, dengan beberapa korban hamil dan sudah melahirkan.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X