Jembatan Citarum Lama di KBB: Jalur Perlintasan Paling Ekstrem Masa Kolonial

- Rabu, 26 Januari 2022 | 16:33 WIB
Foto jalur perlintasan Cutarum tahun 1800.  (Dok buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan)
Foto jalur perlintasan Cutarum tahun 1800. (Dok buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan)

Perlintasan Sungai Citarum memang terkenal ekstrem sejak masa Kolonial. Kontur tanah yang berbukit serta arus sungai deras membuat jalur ini dianggap paling menyeramkan pada zaman dahulu. 

Hal tersebut bisa dilacak dari catatan perjalanan Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ilmuwan terkemuka di Hindia Belanda pada abad ke-19. Pada tahun 1844 Junghuhn melakukan perjalanan ketiga menjelajah timur Pulau Jawa. 

Melansir buku Naturalis Jerman di  Tanah Priangan (2021), Junghuhn saat itu hendak melakukan perjalanan Bogor- Bandung. Tiba di Pos Rajamandala, ia harus membuang waktu perjalanan cukup lama karena harus melalui jalur ekrem penuh jurang dan berkelok tajam. 

Selain itu kereta kuda yang ditumpanginya mesti ditarik beberapa kerbau untuk melewati tanjakan setelah sungai Citarum.

Seperti diketahui, pada masa itu, belum dibuat jembatan di atas sungai Citarum. Kereta kuda yang akan menuju Bandung atau Cianjur akan dinaikkan ke atas dua perahu. Lalu perahu tersebut ditarik agar sampai ke tepian. 

Baca Juga: Redmi Note 11 Pro 4G Siap Rilis, Ini Bocoran HP Xiaomi Terbaru

Catatan lain tentang jalur ekstrem perlintasan Citarum ditulis seorang turis asal Inggris bernama Charles Walter Kinloch yang hendak bertamasya ke Bandung tahun 1852. Saat itu Ia menggunakan kereta kuda lewat jalur Buitenzorg, Cianjur, dan melewati sungai Citarum

Kinloch mengaku mendapat pengalaman mengerikan ketika kereta kudanya harus ditahan 20-30 orang kuli agar tidak meluncur ke sungai.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X