Jembatan Citarum Lama di KBB: Jalur Perlintasan Paling Ekstrem Masa Kolonial

- Rabu, 26 Januari 2022 | 16:33 WIB
Foto jalur perlintasan Cutarum tahun 1800.  (Dok buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan)
Foto jalur perlintasan Cutarum tahun 1800. (Dok buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Jembatan Citarum Lama masih berdiri kokoh sebagai penghubung Cianjur-Bandung. Kalah pamor dari Jembatan Rajamandala, kendaraan yang melintas di jalur ini tampak sepi. Lalu-lalang kendaraan didominasi roda dua, itu pun masih bisa dihitung jari. 

Sejak Presiden Soeharto meresmikan Jembatan Tol Rajamandala pada 14 Agustus 1979, Jembatan Citarum Lama yang terletak di Kampung Tagong, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak lagi jadi jalur utama. 

Kendaraan pribadi, mobil angkutan, hingga roda dua, dari Bandung atau arah sebaliknya, yakni Cianjur, dialihkan melalui Jembatan Rajamandala. Karena pengalihan arus lalu lintas ini membuat jembatan itu diberi embel-embel "lama" atau merujuk pada jalur lama dan baru.

Baca Juga: Satu Lagi Pelaku Vandalisme Babakan Siliwangi Kota Bandung Ditangkap

"Tersemat lah nama Jembatan Citarum Lama, padahal dulu namanya Jembatan Citarum saja. Karena jalur utama dipindahkan via Jembatan Tol Rajamandala, jadi ini diberi sebutan lama," kata warga Kampung Tagong, Desa Mandalawangi, Apang Suparman (65), Rabu 26 Januari 2022.

Jembatan Citarum Lama yang masih berdiri saat ini dibangun tahun 1986-1987 (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Jembatan Citarum Lama yang masih berdiri saat ini dibangun tahun 1986-1987. Dibanding Jembatan Tol Rajamandala yang dibangun tahun 1976, Jembatan Citarum Lama usianya bisa dibilang lebih muda lantaran baru dibangun sebagai relokasi Waduk PLTA Cirata. 

Apang menjelaskan, Jembatan Citarum Lama yang dibangun Belanda telah rusak. Sisa fondasi dan aspal jalan masih terlihat tepat di bawah jembatan saat ini. 

"Jembatan yang dulu sudah rusak, saya ingat bentuknya melengkung berwarna kuning. Karena bangunan itu dekat sekali sungai Citarum, khawatir terendam genangan Waduk Cirata, jadi dibangun baru yang lebih tinggi seperti sekarang," jelasnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X