Tak Mampu Bayar Kuliah, Mahasiswa UPI Diminta Mundur?

- Rabu, 26 Januari 2022 | 12:15 WIB
Demo mahasiswa UPI Bandung, Selasa, 25 Januari 2022. (Suara.com/M Dikdik RA)
Demo mahasiswa UPI Bandung, Selasa, 25 Januari 2022. (Suara.com/M Dikdik RA)

demo mahasiswa UPI ini sudah dilakukan dua kali.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kabar tersiar bahwa kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meminta mahasiswa untuk mundur jika tidak mampu membayar kuliah.

Kabar tersebut membuat puluhan mahasiswa kampus itu berunjuk rasa pada Jumat, 14 Januari 2021, dan Selasa, 25 Januari 2021. Unjuk rasa digelar di depan kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung.

Dilaporkan Suara.com, para mahasiswa menuntut transparansi biaya tunggal kuliah (BKT), verifikasi ulang UKT, keringanan uang pangkal, relaksasi dan pengaktifan kembali mahasiswa non-aktif, relaksasi UKT bagi mahasiswa semester 9 ke atas, bantuan pembayaran UKT, relaksasi yang pangkal, dan perbaikan layanan kampus secara umum.

Baca Juga: Bentuk Ekspresi Diri, Mahasiswa Seni Rupa UPI Gelar Pameran Kilas Balik Exhibition

Perwakilan mahasiswa Aliansi Mahasiswa UPI, Alaudin. mengatakan, ketentuan verifikasi ulang besaran UKT sebenarnya telah termuat dalam Permendikbud Nomor 25 tahun 2020 pasal 12. Menurutnya, mereka menuntut pihak kampus UPI merealisasikan aturan tersebut.

"Merujuk pada Permendikbud No.25 Tahun 2020 Pasal 12 tentang verifikasi UKT dimana sampai hari ini kampus UPI tidak pernah melaksanakan pasal ini karena kebijakan yang dikeluarkan terkait UKT hanya sekedar relaksasi dan cicilan, padahal sudah menjadi kewajiban pihak kampus untuk mengubah besaran UKT dengan verifikasi ulang," ungkapnya kepada Suara.com, Selasa, 18 Januari 2022.

Alaudin menuturkan, kawan-kawan demo mahasiswa UPI juga mengkritisi peraturan rektor soal pemberhentian atau drop out bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar ongkos kuliah.

Mereka mendesak UPI untuk melakukan relaksasi Peraturan Rektor Nomor 014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan UPI 2021 mengenai mahasiswa yang dianggap mengundurkan diri dikarenakan tidak melakukan pembayaran biaya Pendidikan dan tidak mengajukan cuti akademik selama 60 hari kerja.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X