Polda Jabar Tolak Penangguhan Penahanan Bahar bin Smith, Kuasa Hukum: Sudah Kami Prediksi

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:06 WIB
Polda Jabar tolak penangguhan penahanan Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Polda Jabar tolak penangguhan penahanan Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tim kuasa hukum Bahar bin Smith mengaku sudah memprediksi, bahwa Polda Jabar akan menolak pengajuan penangguhan penahanan terhadap kliennya itu.
 
Polda Jabar sendiri tidak mengabulkan pengajuan penangguhan penahanan Bahar bin Smith, sebab yang bersangkutan masih dibutuhkan tim penyidik untuk menyelesaikan berkas perkara.
 
Karena pengajuan ditolak, maka saat ini Bahar bin Smith masih ditahan di Polda Jabar.
 
 
"Buat kami penolakan Polda Jabar sudah kami prediksi (sejak awal)," kata kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta kepada Ayobandung.com melalui pesan singkat, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Ichwan Tuankotta mengaku, ajuan penangguhan penahanan itu adalah hasil inisiatif dari tim advokasi untuk Bahar bin Smith.
 
Sedangkan perihal jaminan ratusan ulama dalam pengajuan penangguhan ini, kata Ichwan, hal tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar dakwah Bahar bin Smith terus tersuarakan dalam menyampaikan yang hak.
 
Dikarenakan pengajuannya ditolak oleh Polda Jabar, kini Ichwan akan berdiskusi terlebih dahulu dengan tim advokasi dan keluarga Bahar bin Smith untuk menentukan langkah selanjutnya.
 
"Kami nanti akan berdiskusi dulu dengan tim dan keluarga Bahar bin Smith," kata Ichwan.
 
Adapun Bahar bin Smith sendiri adalah tersangka atas kasus penyebaran berita bohong, setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara oleh tim Penyidik Polda Jabar pada Senin, 3 Januari 2022.
 
Memakan waktu hampir sembilan jam setengah, dari pemeriksaan dan gelar perkara ini, tim Penyidik Polda Jabar mendapatkan dua alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 KUHAP, serta didukung dua barang bukti yang bisa dijadikan dasar untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.
 
 
Dirkrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman menjelaskan, sebelum menjadi tersangka, Bahar bin Smith dilaporkan oleh saudara TNA tentang kegiatan ceramahnya pada 11 Desember 2021 lalu. Ceramah ini dilaksanakan di Margaasih, Kabupaten Bandung.
 
Laporan itu berkaitan dengan perkataan Bahar bin Smith saat ceramah yang dihadirinya. Kalimat-kalimat yang terucap dari Bahar bin Smith dilaporkan karena mengandung berita bohong.
 
Kemudian, ceramah itu diunggah oleh TR ke akun YouTube dan disebarluaskan sehingga menjadi viral di media sosial.
 
Bahar bin Smith tidak sendirian menjadi tersangka. TR, pengunggah video yang berisikan ceramah Bahar bin Smith juga dijadikan tersangka kasus penyebaran berita bohong atas dasar sengaja menerbitkan keonaran di tengah masyarakat.
 
Untuk kepentingan penyidikan, Bahar bin Smith dan TR ditangkap dan dilanjutkan dengan penahanan, berdasarkan alasan subjektif dan objektif.
 
Pertama, alasan subjektif ini antara lain—para tersangka kasus penyebaran berita bohong—dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, dikhawatirkan melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti.
 
 
Sedangkan alasan objektifnya, yakni ancaman hukuman terhadap pasal-pasal yang dipersangkakan terhadap kedua tersangka itu di atas lima tahun penjara.
 
Pasal-pasal yang menjerat Bahar bin Smith antara lain, diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dancatau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE jo Pasal 55 KUHP.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X