Kebal Gergaji Mesin, Golok dan Dibakar, Aksi Debus Warnai Unjuk Rasa Arteria Dahlan

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:07 WIB
Aksi debus mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate. (Ayobandung.com/Aldi Gelar S.)
Aksi debus mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate. (Ayobandung.com/Aldi Gelar S.)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Aksi debus perwakilan dari organisasi Kesundaan mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan yang dilakukan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di lokasi, sekitar pukul 09.50 WIB, massa sudah berkumpul di sekitaran Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Mayoritas massa mengenakan atasan hitam dan bawahan hitam, serta tidak sedikit pula dari mereka mengenakan pangsi Sunda, dilengkapi atribut-atribut lainnya menarik perhatian di tengah aksi unjuk rasa Arteria Dahlan.
 
Massa yang dipimpin oleh Nace Permana selaku Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat, mulai orasi sekira pukul 10.00 WIB dan memakan waktu hampir 20 menit.
 
 
Barulah setelah Nace dan para orator lainnya menyampaikan tuntutannya terhadap Arteria Dahlan, beberapa perwakilan dari organisasi Kesundaan yang melakukan aksi debus.
 
Aksi debus mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate. (Ayobandung.com/Aldi Gelar S.)
 
Aksi debut pertama dimulai ketika panitia aksi mengeluarkan gergaji mesin. Salah seorang aktor debus pun langsung melepas bajunya. Leher yang dipenuhi oleh kalung-kalung coklat itu menyalakan gergaji mesin.
 
Dengan penuh percaya diri, dia angkat gergaji mesin itu dan menunjukkan kepada massa untuk apa yang akan dia lakukan.
 
Tanpa basa basi, dia langsung menempelkan lidahnya tepat saat gergaji mesin itu menyala. Dia lakukan itu sambil mengelilingi massa yang menonton aksi debusnya.
 
Berulang kali dia kelilingi massa, dia juga memindahkan gergaji mesinnya ke anggota tubuh lainnya, seperti ke perutnya dan ke telapak kakinya. Dari lidah sampai telapak kaki, tidak ada satupun yang berakibat luka atau berdarah sedikit pun.
 
Aksi debus mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate. (Ayobandung.com/Aldi Gelar S.)
 
Lalu sembari pria itu debus dengan gergaji mesin, di saat yang sama, terdapat perwakilan massa lain juga unjuk kebolehannya dengan aksi debus menggunakan pisau dan golok.
 
Mereka menempelkan pisau dan golok sembari menggesek-geseknya ke lidah, perut, tangan, dan anggota tubuh lainnya.
 
Setelah aksi debus benda tajam, lantas panitia mengeluarkan kardus-kardus sisa dan sejumlah koran yang tidak terpakai.
 
Kardus dan koran-koran bekas itu ditumpuk, lalu pria yang sama saat debus menggunakan gergaji mesin, dimasukkan dalam selimut tebal dan ditidurkan di tumpukan kardus dan koran.
 
 
Aksi debus mewarnai unjuk rasa Arteria Dahlan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di depan Gedung Sate. (Ayobandung.com/Aldi Gelar S.)
 
Kemudian panitia membawa minyak dan korek yang bertujuan untuk membakar kardus dan koran bersamaan dengan pria tersebut.
 
Api pun membakar, menunjukkan keperkasaannya dengan melahap habis kardus dan koran yang ditumbuk hingga menjadi abu.
 
Belum diketahui secara pasti selimut yang dikenakan pria tersebut terbuat dari bahan apa, tapi ketika api padam, dia pun keluar dari selimut itu dan tidak ada satu luka bakar pun yang mengenainya.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi debus ini hanyalah rangkaian hiburan dari unjuk rasa yang dilakukan oleh Paguyuban Seniman Jawa Barat dan elemen Kesundaan lainnya di Gedung Sate.
 
Adapun unjuk rasa ini menuntut agar Arteria Dahlan, Anggota Komisi III DPR RI itu dipecat dan dipenjarakan, buntut dari pernyataan kontroversinya yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda oleh Kajati dalam suatu rapat kerja.
 
Gelombang protes dan desakan dari berbagai komunitas serta organisasi bahkan dari internal partai PDIP sendiri pun bermunculan. Hingga pada akhirnya Arteria Dahlan minta maaf pada Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Walau Arteria Dahlan minta maaf, ternyata hal tersebut belum menyurutkan dan mendamaikan kegaduhan yang dia perbuat.
 
"Menurut kami Arteria Dahlan minta maaf tidaklah cukup. Ini sudah terlalu mendalam menyakiti orang Sunda," kata Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat, Nace Permana kepada Ayobandung.com di lokasi unjuk rasa.
 
Tak hanya mempersoalkan pernyataan kontroversi Arteria Dahlan, Nace Permana juga menyinggung pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seusai Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda pada Kamis, 20 Januari 2022 lalu.

Menurut Nace, ketika Arteria Dahlan minta maaf, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menganggap semua persoalan yang ditimbulkan oleh Anggota DPR RI tersebut selesai dan tidak ada tindak lanjut lebih jauh.

"Ini seluruh masyarakat Sunda yang ada di Jawa Barat merasa sakit hati. Harusnya Gubernur sebagai pimpinan di Jawa Barat, lebih kenceng mendorong supaya Arteria Dahlan dipecat dan Arteria Dahlan dipenjara," jelas Nace.

"Kami harus mengadu ke siapa lagi kalau Gubernurnya lama seperti ini. Saya berpesan, tolong Kang Emil dan Kang Uu, tolonglah kalau Anda merasa sebagai pimpinan daerah, kami ini rakyat panas-panasan, kami bergerak tiap Kabupaten/Kota, harusnya Anda lebih kencang mewakili kami menyuarakan atas sakit hatinya orang Sunda yang ada di Jawa Barat," tegasnya.
 
 
Sebelumnya, Ketua Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis), Andri Kantaprawira menyebut pernyataan Arteria Dahlan minta maaf tidaklah logis.

Menurut Andri, pernyataan Arteria Dahlan minta maaf belum jelas arahnya ke mana, sehingga terkesan Anggota Komisi III DPR RI tersebut tidak merasa bersalah dan menyesal atas pernyataan kontroversinya beberapa waktu lalu.

"Karena (permintaan maaf Arteria Dahlan) merasa dia memelintir dan ngomongnya ke mana-mana. (Bawa-bawa) Sunda Empire, satu-dua jaksa itu Sunda Empire, itu, kan tidak logis," kata Andri ketika berbincang, Senin, 24 Januari 2022.

"Padahal, Sunda Empire bukan orang Sunda. Sunda Empire itu orang Brebes dan orang Aceh," tambahnya.

Dengan begitu, pihaknya menegaskan tetap akan maju melaporkan Arteria Dahlan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Rabu, 26 Januari 2022 besok, demi mencari kebenaran dan keadilan.

Karena menurutnya, cara Arteria Dahlan dalam menyelesaikan kegaduhan yang diperbuatnya, jauh dari Adat dan Budaya Sunda menyelesaikan masalah.
 
Baca Juga: Redmi Note 11 Pro 4G Siap Rilis, Ini Bocoran HP Xiaomi Terbaru

Terlebih, lanjut Andri, Arteria Dahlan sempat menantang Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, ketika ditegur oleh mantan Wali Kota Bandung tersebut untuk meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

"Proses MKD berjalan, sambil diperiksa kita (Gerpis) ngobrol dengan Arteria Dahlan. Kalau interpretasi kita, kan, dia (minta maaf) tidak ingin ada kegaduhan saja. Lebih lanjut ramai, dan ditekan pengurus partai politik, pengurus DPP PDIP," ujarnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X