Pasca Konfimasi Omicron Kota Bandung BOR Naik Jadi 6,94 Persen, Begini Kata Dinkes

- Selasa, 25 Januari 2022 | 08:51 WIB
Ada  kenaikan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa rumah sakit yang menyediakan perawatan bagi pasien Covid-19.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ada kenaikan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa rumah sakit yang menyediakan perawatan bagi pasien Covid-19.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat ada kenaikan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa rumah sakit yang menyediakan perawatan bagi pasien Covid-19.
 
Meski terjadi kenaikan BOR di Kota Bandung, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin guna menghindari terpapar virus Covid-19 terutama varian Omicron.
 
"Namun kesembuhan masih baik, kemudian testing kita juga bagus, positivity rate kita masih di bawah satu, di angka 0,36. BOR kita juga di 6,94 jauh di bawah warning who yang 60 persen. Jadi banyak indikator lain yang kita lihat," ujar Ahyani saat dihubungi, Selasa 25 Januari 2022.
 
 
Ketika ditanya kenaikan BOR di Kota Bandung, Ahyani menjelaskan hal tersebut belum bisa dipastikan akibat varian Omicron Kota Bandung yang saat ini mulai menyebar melalui transmisi lokal. Pasalnya, menurutnya hingga hari kemarin 3T (Tracing, Testing, Treatment) masih dilakukan terhadap 95 orang kontak erat dengan 6 pasien terkonfirmasi Omicron.
 
"Intinya kenaikan kasus ada, temuan kasus tiap hari karena kita melakukan surveillance aktif namun demikian bukan berarti kita kewaspadaannya ditingkatkan tiap hari, kalau ada ketemu kasus positif ini tadi apakah ada riwayat kontak dengan luar negeri. Ataupun ct nya rendah dan lain sebagainya," lanjut Ahyani.
 
Meski begitu, Ahyani menegaskan untuk ketersediaan tempat tidur dan oksigen untuk perawatan pasien Covid-19 dipastikan aman dan sudah dipersiapkan dengan baik. Lanjut dia, hal ini dilakukan berkaca pada saat puncak penyebaran varian Delta beberapa waktu lalu.
 
 
"Karena kalau dirwat di rs sekarang, kalau yang komorbid atau gejala ringan, sekitar 6-7 persen. Osigen cukup aman, karena tiap hari kita meminta rs untuk menginput ketersedian, ini cukup untuk berapa hari begitu. Kemudian faskes juga sudah bersiap," jelasnya.
 
Untuk saat ini, pihaknya juga terus melakukan tracing dan surveillance aktif kepada masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Bahkan, pihaknya langsung melakukan test Covid-19 ketika ada masyarakat yang bergejala mirip flu untuk memastikan terpapar virus Covid-19 atau bukan.
 
 
"Untuk mengetahui apakah gejala itu hanya flu biasa atau gejala kearah covid. Kalau ada kenaikan kasus tentu ada dibanding sebulan yang lalu. Ini sejalan dengan gambran epidemiolog baik di dunia maupun di nasional dan di jabar," pungkasnya.
 
Menurut data Dinas Kesehatan yang diterima Ayobandung.com, dari total 749 tempat tidur di 30 rumah sakit Kota Bandung untuk penanganan Covid-19, sebanyak 52 tempat tidur sedang digunakan untuk perawatan pasien terkonfirmasi positif.
 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X