Update Omicron Kota Bandung, Bertambah 5 Orang Positif tapi Belum WGS

- Senin, 24 Januari 2022 | 18:49 WIB
[Ilustrasi pemberian vaksin Covid-19] Pemerintah Kota Bandung terus melakukan 3T kepada orang yang kontak erat dengan 6 pasien terkonfirmasi Omicron Kota Bandung.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi pemberian vaksin Covid-19] Pemerintah Kota Bandung terus melakukan 3T kepada orang yang kontak erat dengan 6 pasien terkonfirmasi Omicron Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan 3T (Tracing, Testing, Treatment) kepada orang yang kontak erat dengan 6 pasien terkonfirmasi Omicron Kota Bandung
 
Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, hingga sore ini sebanyak 95 orang yang memiliki kontak erat pasien Omicron Kota Bandung sudah menerima tracing dan testing. Dari hasil tes itu, diketahui 5 orang dinyatakan positif Covid-19. 
 
"Kalau hasil tes PCR-nya sudah keluar, yang belum keluar hasil WGS (Whole Genome Sequencing)-nya. Jadi kalau yang positif itu ada 5 orang, tapi yang jenisnya apa itu kan beda [belum diketahui]. Kita kirim ke labkes provinsi," ujar Ahyani, Senin, 24 Januari 2022.
 
Maka dari itu, lanjut dia, kasus Omicron Kota Bandung hingga saat ini masih berada di angka 6 orang dan masih menunggu hasil dari WGS untuk mengetahui varian Omicron atau bukan. 
 
"Jadi kalau ditanya berapa yang terkonfirmasi omicron saat ini, masih yang whole genome awal itu 6 orang. Yang 1 sudah dinyatakan sembuh. Yang 5 masih menjalani isolasi di BPSDM Jabar di Cimahi," lanjutnya. 
 
 
Ilustrasi pengidap virus Omicron. (Pixabay/mohamed_hassan)
 
Mengingat penyebaran ini diduga berasal dari transmisi lokal, saat ini pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus seperti varian Delta beberapa waktu lalu. 
 
"Pak ketua Satgas Harian sudah memerintahkan Camat, Lurah mempersiapkan tempat isolasi terpadu wilayah manakala diperlukan. Jadi apabila rumahnya bisa dilaksanakan isolasi mandiri, bisa melakukan isolasi mandiri di rumah ataua di tempat isolasi terpadu yang ada di wilayah jadi mudah mudahan sih dapat menekan penyebarannya tidak terlalu cepat," papar Ahyani. 
 
Maka dari itu, Ahyani mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaksanakan disiplin prokes guna mencegah penyebaran kasus Omicron Kota Bandung lebih luas. 
 
 
"Kita harus menyadari pandemi masih berlangsung. Varian apa pun harus tetap waspada. [Khususnya] lansia atau komorbid," jelasnya.
 
"Jadi apabila nomor satu pencegahan, displin prokes, dan lakukan vaksinasi. Kedua, apabila ada gejala panas, batuk, segera datang ke faskes supaya segera dapat terdeteksi. Itulah untuk menghindari apakah sudah di gejala yang berat atau di gejala yang fatal. Terutama tadi kepada kelompok iesiko segera vaksinasi, dan kalau ada keluhan segera ke faskes," pungkasnya. 
 
Dalam rentang waktu satu bulan terakhir di Kota Bandung terjadi kenaikan kasus yang signifikan.
 
 
Pada bulan lalu kasus aktif Covid-19 berada di angka 38 kasus. Sedangkan, untuk saat ini total kasus aktif berada di angka 143 kasus aktif.
 
Adapun untuk update Omicron Kota Bandung, sejauh ini baru 6 orang yang sudah pasti mengidapnya. Sedangkan 5 orang baru yang positif, dan berkontak erat dengan penderita sebelumnya, belum keluar hasil WGS. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X