Vaksinasi Anak di KBB Terkendala Ribuan Siswa Madrasah Tak Masuk Dapodik

- Senin, 24 Januari 2022 | 16:57 WIB
Program vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mencapai target 100 persen karena terkendala sejumlah siswa madrasah di bawah Kementerian Agama belum masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Program vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mencapai target 100 persen karena terkendala sejumlah siswa madrasah di bawah Kementerian Agama belum masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Program vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mencapai target 100 persen karena terkendala sejumlah siswa madrasah di bawah Kementerian Agama belum masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Hingga saat ini vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun baru mencapai 154.008 orang atau 85 persen dari target awal. Sisa 15 persen atau sekitar 20 ribu anak karena siswa madrasah belum masuk Dapodik.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan, KBB, Nurul Rasyihan mengatakan saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk melakukan konsolidasi data sasaran anak. 

Baca Juga: HP Oppo Terbaru A96 5G Rilis Mirip iPhone 12? Yuk Cek Harga HP Oppo Ini

"Kita ambil data dari Dapodik ternyata masih ada yang belum masuk. Tapi progres terus berjalan agar vaksinasi anak usia 6-11 tahun bisa selesai secepatnya," katanya, Senin 24 2022. 

Menurutnya selain data siswa di bawah Kemenag, Dinkes KBB juga belum mendapat data anak yang menjalani home schooling. Oleh karena itu, pihaknya juga turut berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) KBB untuk mendata jumlah anak jalanan yang juga masuk ke dalam kategori sasaran vaksinasi. 

Baca Juga: 14 HP Realme Terbaru Kelas 5G Murah RAM 6GB  hingga 8 GB 2 Jutaan

"Koordinasi dengan dinsos diperlukan karena untuk menyisir anak-anak jalanan dan mereka yang enggak sekolah," kata dia. 

Saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Puskesmas dan perangkat desa untuk menyisir sasaran vaksinasi yang tak terdata di Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga Dinas Sosial tersebut. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X