Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru

- Senin, 24 Januari 2022 | 13:09 WIB
Ilustrasi -- Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kasus 6 pasien Omicron Bandung tersebar di sejumlah kecamatan.

Adapun penyebaran kasus Omicron Bandung karena transmisi lokal, bukan karena adanya riwayat perjalanan luar negeri.

Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Kota Bandung Asep Gufron membeberkan kecamatan asal 6 pasien Omicron Bandung

Baca Juga: Banyak Pelatih Klub Liga 1 Dipecat, Akankah Persib Bandung Ganti Pelatih?

Lokasi kecamatan dengan kasus Omicron tersebut yakni Kecamatan Regol, Kecamatan Buah Batu, Kecamatan Rancasari, dan Kecamatan Sukajadi. 
 
"Satu di Kecamatan Regol, satu di Kecamatan Buah Batu, satu di Kecamatan Sukajadi, dan tiga lainnya di Kecamatan Rancasari. Semua sudah ditangani sekarang sedang dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan," ujar Asep saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Menurutnya, 1 dari 6 pasien tersebut sudah memiliki hasil tes PCR negatif saat dilakukan tes ulang.
 
 
Sementara untuk 5 lainnya masih dalam penanganan sesuai prosedur yang berlaku bagi pasien Covid-19.  
 
"Jadi intinya kita konsen terus fokus bagaimana menyikapi terhadap bagaimana terjadinya kepada yang 6 orang itu. Sekarang sedang dilakukan tracing, testing, dan treatment," lanjutnya.
 
Selain itu, menurut Asep, tracing dilakukan untuk mengetahui dari mana asal virus yang menyebabkan ke-6 orang tersebut terpapar. Karena, lanjut dia, penyebaran tersebut dipastikan berasal dari transmisi lokal. 
 
 
Setelah 6 orang terkonfirmasi terpapar varian Omicron Kota Bandung, Asep Gufron membeberkan lokasi asal 6 pasien tersebut. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Maka dari itu, kata Asep, sebagai bentuk tindak lanjut penanganan kasus Omicron Kota Bandung, pihaknya sudah mengikuti rapat bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait penerapan Work From Home (WFH). 
 
"Kalau WFH itu kan sudah menjadi prioritas. Intinya kabupaten/kota di Jawa dan Bali  bisa diterapkan WFH. Tadi saya udah lapor kepada Plt Wali Kota, sekarang lagi dirumuskan dulu apakah berapa persennya yang jelas pemkot Bandung akan menerapkan WFH," tuturnya. 
 
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dikutip dari Republika, mengatakan, "Ternyata enam kasus omicron ditemukan itu transmisi lokal, bukan transmisi perjalanan, jadi membuktikan sebenarnya omicron sudah ada."
 

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap Covid-19 varian omicron. Terlebih penyebaran virus varian ini sangat cepat. Salah satu yang harus dilakukan yaitu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker.

"Sekali lagi saya mengimbau tetap waspada, virus cenderung bermutasi karena proses penyebaran omicron lebih cepat. Kuncinya protokol kesehatan dan rata-rata sudah di PCR sudah negatif," katanya.

Dengan adanya kasus omicron di Kota Bandung, Yana mengaku akan kembali melakukan tes acak PCR kepada para siswa dan guru yang melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun begitu ia melihat kasus omicron sangat kasuistik dan tidak dapat digeneralisasi.

"Kita lihat karena ini kasuistik nggak bisa generalisir, kita minta dinkes lakukan tes acak di sekolah sekolah yang PTM," katanya. Sementara itu terkait imbauan Work From Home (WFH), ia mengatakan akan secara bertahap melaksanakan WFH sebesar 25 persen sedangkan 75 persen tetap Work From Office (WFO).
 
Baca Juga: Ini Langkah Antisipasi Pemkot Usai Ditemukan 6 Kasus Omicron Kota Bandung

"Sesuai anjuran itu nggak 100 persen WFO tapi mudah-mudahan bisa kurangi 25 persen WFH dan WFO 75 persen," katanya. Pihaknya tengah menyusun aturan tersebut dan direncanakan dapat direalisasikan pada pekan depan.

"Ini bentuk kewaspadaan, antisipasi waspada aja, panik nggak perlu, sekali lagi saya bilang virus cenderung bermutasi jadi varian apapun kalau karakter corona virus varian apapun selama prokes insya Allah terhindar," ujarnya.

Sebelumnya, enam orang warga yang berdomisili di Kota Bandung positif terkonfirmasi Covid-19 varian omicron usai dilakukan Whole Genome Sequensing (WGS) di laboratorium Provinsi Jawa Barat. Empat orang dirawat di rumah sakit karena bergejala dan dua orang lainnya bergejala ringan dan menjalani isolasi mandiri.

"Ada enam (Omicron), hasil WGS, masih tercatat KTP Kota Bandung," ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Rosye Arosdiani saat dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022).

Ia menuturkan pihaknya sudah selesai memeriksa pasien dengan menggunakan teknik WGS dan belum mengirimkan kembali sampel lainnya. Mereka yang positif omicron merupakan penduduk Kota Bandung.

"Empat (dirawat) di rumah sakit karena bergejala, sekarang sudah perbaikan sedang proses pindah ke tempat isolasi terpadu untuk menyelesaikan isolasinya yang dua memang di tempat isolasi karena gejala ringan," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X