Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

- Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB
Harga cabai rawit Bandung Barat perlahan turun. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Harga cabai rawit Bandung Barat perlahan turun. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- harga cabai rawit Bandung Barat perlahan turun. Penurunan harga ini terpantau di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sempat menyentuh angka Rp90.000-Rp95.000 per kilogram, harga cabai rawit merah di 7 pasar KBB kini berkisar antara Rp50.000-Rp60.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB Ricky Riyadi mengatakan, pihaknya terus mengamati harga cabai di 7 pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar, dan Pasar Sindangkerta.

Baca Juga: Tawuran di Jalan Bandung-Cianjur, Remaja Bawa Celurit hingga Gear Motor

Sejak beberapa bulan terakhir, cabai rawit menjadi salah satu komoditi yang harganya fluktuatif. Namun di akhir Januari ini harganya terpantau menurun.

"Kenaikan harga minyak goreng dan cabai rawit kemarin sangat dirasakan sekali oleh masyarakat. Kini terpantau turun perlahan" katanya saat dihubungi, Minggu, 23 Januari 2022.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit Bandung Barat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya karena gagal panen di wilayah-wilayah pemasok cabai. Kondisi itu menyebabkan pasokan ke Bandung Barat menurun. 

Faktor lainnya yakni akibat Bandung Barat bukan produsen cabai. Meski terdapat petani cabai di beberapa tempat, hasil panen mereka mayoritas tidak dijual di KBB, melainkan dibawa pengepul ke pasar induk di Kota Bandung.

"Saat ini kan musim hujan, kerap terjadi bercana banjir dan longsor yang menyebabkan arus pendistribusian terhambat serta gagal panen," jelasnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X