Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Bikin Pedagang Cimahi dan Bandung Barat Rugi

- Senin, 24 Januari 2022 | 13:39 WIB
Kebijakan satu harga minyak goreng membuat pedagang Cimahi dan Bandung Barat rugi. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Kebijakan satu harga minyak goreng membuat pedagang Cimahi dan Bandung Barat rugi. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

 

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah pedagang kecil minyak goreng eceran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi mengaku rugi dengan adanya kebijakan satu harga minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter.

Program yang digagas pemerintah untuk menekan harga minyak goreng itu dirasa tidak adil karena hanya menggandeng toko modern. Imbasnya, harga minyak Bandung di pasar tradisional tetap mahal.

"Ini sama saja mematikan pedagang kecil, karena kami beli dari distributor tetap dengan harga Rp19.500 per liter," kata salah satu pedang minyak goreng di Pasar Curug Agung, Padalarang, KBB, Ade (50), Senin 24 Januari 2022.

 Baca Juga: Stok Minyak Goreng Harga Rp14.000 Ludes di Beberapa Minimarket

Ade menjelaskan kebijakan pemerintah menerapkan kebijakan satu harga minyak goreng kemasan dengan cara menggandeng toko modern hanya memberi keuntungan bagi perusahaan besar.

Sementara para pedagang kecil, kini didera kesulitan pelanggan karena harga minyak yang dijual lebih mahal dibanding pasar modern. Ade saat ini tetap menjual minyak Rp20.000 per liter karena distributor menjual Rp19.500 per liter.

"Kebijakan ini kan yang diuntungkan toko modern, karena yang bisa jual minyak murah cuma mereka. Kami cuma kena imbasnya karena pelanggan lari semua ke toko modern," jelasnya.

Terakhir, ia berharap pemerintah melakukan pemerataan distribusi minyak satu harga. Artinya, distributor yang dilibatkan tak cuma toko modern, tapi juga pedagang kecil.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X