Kejati Jabar Enggan Tanggapi Pernyataan Arteria Dahlan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 16:41 WIB
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat enggan menanggapi pernyataan Arteria Dahlan soal penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat enggan menanggapi pernyataan Arteria Dahlan soal penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat enggan menanggapi pernyataan Arteria Dahlan soal penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat.
 
Pernyataan Arteria Dahlan sendiri adalah kritik terhadap Kajati, yang menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja. Arteria Dahlan juga meminta supaya Kajati tersebut dicopot dari jabatannya.
 
Kritikan itu Arteria Dahlan sampaikan pada saat Komisi III DPR RI rapat kerja dengan Jaksa Agung, Senin, 17 Januari 2022.
 
"Bapak Kajati Jabar tidak mengomentari hal tersebut (pernyataan Arteria Dahlan). Kita (Kejati Jabar) fokus pada tugas kita saja," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil ketika dikonfirmasi, Jumat, 21 Januari 2022.
 
 
Dodi pun menegaskan, pihaknya dalam hal ini adalah Kejati Jabar, tidak akan mengomentari hal-hal lain yang berada di luar dari proses penegakkan hukum.
 
Adapun Kejati Jabar sendiri kini tengah mengawal dan memproses hukum salah satu kasus, yakni kasus HW, guru rudapaksa santriwati hingga 13 orang.
 
 
Dodi melanjutkan, dirinya juga tidak mengetahui secara pasti siapa Kajati yang dimaksud oleh Arteria Dahlan, mengenai penggunaan Bahasa Sunda dalam rapat kerja.
 
"Saya tidak mengomentari itu (soal Kajati yang dimaksud adalah Kajati Jabar), dan saya juga tidak tahu siapa," tegas Dodi.
 
Spanduk Arteria Dahlan Musuh Orang Sundah Hilang
Setelah Arteria Dahlan minta maaf terkait pernyataan kontroversinya, spanduk bertuliskan Arteria Dahlan musuh Orang Sunda menghilang. (Ayobandung.com/Kavin Faza dan Gelar Aldi S.)
 
Setelah Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Sunda, spanduk Arteria Musuh Orang Sunda mendadak hilang.
 
Spanduk ini terpasang di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, tepat di seberang Gedung DPRD Jawa Barat.
 
Belum diketahui secara pasti siapa yang mencopot spanduk tersebut seusai Arteria Dahlan minta maaf. Spanduk ini diketahui tersebar pada Rabu, 19 Januari 2022.
 
Mendapat berbagai desakan dari komunitas, organisasi Kesundaan, dan internal partai PDI Perjuangan, secara resmi Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Sunda pada Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Permintaan maaf terebut berkaitan dengan pernyataan kontroversinya, yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat kerja.
 
“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria Dahlan minta maaf di DPP PDI Perjuangan, pada Kamis, 20 Januari 2022.
 
Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.
 
Dalam permohonan maafnya, Arteria juga pasrah dengan mekanisme partai yang akan diterimanya.
 
 
"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria.
 
Anggota Komisi III DPR ini berjanji akan lebih efektif dalam berkomunikasi. "Saya sendiri akan lebih fokus dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat," tegasnya.
 
Masih Dianggap Salah
 
Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajari gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang-orang Sunda. Budayawan Cianjur menganggap pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan dari Fraksi PDIP seakan berbahasa Sunda itu sebagai bentuk kejahatan. (Youtube/DPR RI)
Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri Kantaprawira menilai, permintaan maaf Arteria Dahlan dinilai masih belum tepat dan terkesan ada unsur paksaan dari Partai.
 
"Meminta maafnya juga salah hanya ke rakyat Jabar. Jadi kita menuntut agar tidak hanya meminta maaf kepada rakyat Jabar, jelas harus ke orang Sunda .... Kita minta, minta maafnya diulang lagi nanti kalau ada konferensi pers kepada orang Sunda, bukan kepada orang Jabar," ujar Andri kepada Ayobandung.com, Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Selain itu, menurut Andri, pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Mahkamah Kehormatan Dewan DPR-RI agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait ujaran Arteria yang menyinggung masyarakat Sunda. 
 
"Lalu kita tetep akan akan ke MKD karena kan dia waktu salahnya ketika bertugas sebagai anggota DPR bukan sebagai aktivis partai ... maka kita ke MKD. Ke PDIP, kita mengirim surat saja, tolonglah kader yang merasa benar itu diperiksa juga melalui Mahkamah partai. Tapi kalau ke MKD DPR, kita akan resmi mendatanginya," Beber Andri. 
 
Laporan Hukum Tetap Berlanjut
 
Majelis Adat Sunda menegaskan, pihaknya tidak akan mencabut laporan hukum mengenai pernyataan Arteria Dahlan walau beberapa jam setelahnya Arteria Dahlan telah meminta maaf kepada masyarakat Sunda.
 
Sebelumnya, Majelis Adat Sunda bersama perwakilan adat Minang dan beberapa komunitas, organisasi Kesundaan melaporkan Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, ke Polda Jabar, Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Pelaporan itu berupa pernyataan Arteria Dahlan yang viral di media YouTube dan media sosial, yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat kerja.
 
"(Laporan) akan terus berlanjut, sampai yang bersangkutan sadar bahwa yang dilakukan itu salah," kata Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja Husein ketika dikonfirmasi, walau pada akhirnya Arteria Dahlan minta maaf. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X