Tingkatkan Awareness Belanja Online, TPP PKK Kecamatan Batununggal Lakukan Kegiatan Ini

- Jumat, 21 Januari 2022 | 16:16 WIB
Sebanyak 300 kader TP PKK Kecamatan Batununggal mengikuti Sosialiasi Cerdas Berbelanja Online yang terselenggara. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Sebanyak 300 kader TP PKK Kecamatan Batununggal mengikuti Sosialiasi Cerdas Berbelanja Online yang terselenggara. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 300 kader TP PKK Kecamatan Batununggal mengikuti Sosialiasi Cerdas Berbelanja Online yang terselenggara atas prakarsa salah satu perusahaan e-commerce yang bekerja sama dengan TPP PKK tingkat Kota Bandung
 
Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama kader PKK saat berbelanja secara daring melalui aplikasi e-commerce
 
Camat Batununggal Tarya menyebutkan, kegiatan edukasi berbelanja secara daring perlu ada pada masa kini. Menurut dia, masyarakat perlu betul-betul mengetahui perusahaan e-commerce yang terpercaya. 
 
 
"Banyak aplikasi e-commerce. Penggunanya, termasuk yang ada di wilayah Batununggal juga cukup banyak. Hanya, tidak semua aplikasi e-commerce menjamin kualitas produk yang terpampang. Masyarakat perlu cerdas memilih perusahaan e-commerce yang dapat menjamin kualitas produk, juga tepercaya," ucap Tarya di Kantor Kecamatan Batunggal, Jumat, 21 Januari 2022. 
 
Berbelanja secara daring, ucap Tarya, bermanfaat di tengah pandemi Covid-19 . Hal itu merupakan bagian upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19. 
 
Sebanyak 300 kader TP PKK Kecamatan Batununggal mengikuti Sosialiasi Cerdas Berbelanja Online yang terselenggara. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Tarya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan. Selain beroleh pemahaman, peserta sosialisasi beroleh bantuan paket sembako, terdiri atas 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, dan 4 bungkus mie instan. 
 
Sementara itu, Market Manajer JD.ID Rissa Mariyani menuturkan, pemilihan kader PKK sebagai sasaran peserta sosialisasi berlandaskan perannya di masyarakat, maupun rumah tangga. Dia berpandangan, ibu memegang keputusan belanja pada keluarga masing-masing. 
 
 
"Mengingat hal itu, kami ingin menambah pemahaman ibu-ibu kader PKK atas keberadaan teknologi e-commerce. Ibu-ibu perlu mengetahui cara bertransaksi yan benar, di antaranya teliti membaca deskripsi, menghindari bertransaksi di luar platform," ucap dia.  
 
 
Rissa menyebutkan, pihaknya sempat mengadakan survei. Hasilnya, menunjukkan belum cukup banyak masyarakat memanfaatkan teknologi dalam berbelanja.
 
"Tujuan kami mengadakan sosialisasi, juga turut membantu upaya pemerintah meminimalisasi tingkat penyebaran Covid-19," tutur Rissa. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X