Akibat Perubahan Nama RSUD Bandung Kiwari, BPJS Kesehatan Disetop Sementara

- Kamis, 20 Januari 2022 | 15:04 WIB
Pemkot Bandung ganti nama RSKIA menjadi RSUD Bandung Kiwari. Inisiatif Hyperlocal (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pemkot Bandung ganti nama RSKIA menjadi RSUD Bandung Kiwari. Inisiatif Hyperlocal (Ayobandung.com/Kavin Faza)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Urusan administrasi kerja sama baru RSUD Bandung Kiwari dengan BPJS Kesehatan berdasarkan rencana akan rampung pada 21 Januari 2022.
 
Setelah urusan administrasi rampung, seluruh warga peserta BPJS Kesehatan yang menjangkau pelayanan RSUD Bandung Kiwari langsung dapat kover pembiayaan BPJS Kesehatan
 
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan, pada masa urusan administrasi kerja sama RSUD Bandung Kiwari dengan BPJS Kesehatan, pasien-di luar ibu, dan anak dirujuk dulu ke rumah sakit lain.
 
Hal itu berdasarkan informasi dari pelaksana tugas (Plt) Direktur Bandung Kiwari Taat Tagore. 
 
"Pemoresan administasi kerja sama (semula hanya untuk ibu dan anak, menjadi masyarakat umum) memerlukan waktu. Seingat saya sekitar satu pekan. Kami berupaya agar proses administrasi itu bisa rampung lebih cepat," ucap Yana kepada Wartawan, Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Yana mengatakan, Kota Bandung memiliki banyak rumah sakit. Kapasitas pada tiap-tiap rumah sakit di Kota Bandung masih memadai untuk pengalihan pasien yang semula dirujuk ke  RSUD Bandung Kiwari
 
"Insyaallah, tak ada rumah sakit yang over kapasitas. Saya pun berdoa, warga Kota Bandung sehat-sehat," ucap Yana. 
 
Pada kesempatan terpisah, Plt Direktur RSUD Bandung Kiwari Taat Tagore menuturkan, telah ada visitasi beserta penilaian dari BPJS Kesehatan atas pembaruan kerja sama dengan RSUD Bandung Kiwari.
 
 
Hasil penilaian, kerja sama baru itu bisa segera berjalan. Merujuk perjanjian, kover pembiayaan BPJS Kesehatan untuk pasien RSUD Bandung Kiwari mulai berlaku pada 21 Januari 2021. 
 
Kerja sama RSUD Bandung Kiwari-saat masih RSKIA Kota Bandung- dengan BPJS Kesehatan hanya untuk kover pembiayaan pelayanan ibu, dan anak. Hal itu sesuai dengan nama rumah sakit saat itu, yakni Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak. 
 
Pengurusan administrasi yang memerlukan waktu beberapa hari, ucap Taat, karena perlu banyak pengubahan dalam perjanjian. Dia mencontohkan beberapa perjanjian yang perlu ada pengubahan, di antaranya, ihwal surat izin praktik dokter, perawat. "Pengubahan bukan sebatas pada kertas," ucap Taat. 
 
 
Untuk layanan pasien umum pembiayaan mandiri sudah berjalam lama, semenjak masih bernama RSKIA.
 
Sudah ada berbagai jenis pelayanan kesehatan berikut kelengkapan fasilitasnya, di antaranya, poli gigi, jantung. Pelayanan lain, seperti penyakit dalam, bedah, THT, mata, saraf sudah berjalan semenjak masa awal operasional. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X