Angka Pernikahan Anak di KBB Tinggi, Rekomendasi KPAI Bakal Jadi Pertimbangan Pengadilan Agama 

- Rabu, 19 Januari 2022 | 17:59 WIB
ilustrasi -- Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Ngamprah tahun 2021, tercatat ada 287 perkara dispensasi nikah di bawah umur.  (Pexels.com)
ilustrasi -- Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Ngamprah tahun 2021, tercatat ada 287 perkara dispensasi nikah di bawah umur. (Pexels.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Ngamprah tahun 2021, tercatat ada 287 perkara dispensasi nikah di bawah umur

Untuk menekan angka tersebut, Pengadilan Agama (PA) Ngamprah bakal menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB dalam memutuskan perkara dispensasi nikah di bawah umur tersebut. Sehingga baik orang tua maupun anak bisa mengerti dampak dari pernikahan dini

"Kami ingin ada sebuah rekomendasi dari KPAI ketika ada pengajuan pernikahan anak. Jadi semua pihak bisa mengerti dan teredukasi," kata Ketua Pengadilan Agama Ngamprah, KBB, Ahmad Saprudin, Rabu 19 Januari 2022. 

Baca Juga: Kecelakan di Bandung, Mercedes dan Angkot Adu Banteng di Pasir Kaliki

Dalam perkara dispensasi ini, bisa jadi karena pemahaman dan wawasan yang minim dari orang tua dan sang anak, sehingga pengambilan keputusan lebih mengedepankan sikap emosional. 

"Rekomendasi KPAI KBB bisa menjadi acuan hakim dalam mengambil keputusan terkait dispensasi pernikahan anak ini. Terlebih perkara itu di KBB cukup tinggi, tahun lalu saja tercatat total ada 287 perkara," sebutnya. 

Baca Juga: 9 HP Samsung Terbaru Spek HP 5G Murah RAM 8 GB Mulai 3 Jutaan

Ketua KPAI KBB Dian Dermawan menyambut baik adanya kerja sama dengan PA Ngamprah, KBB. Tujuannya adalah bagaimana mengupayakan menghindari pernikahan dini karena hal tersebut banyak dampak negatifnya. Berdasarkan fakta temuan lapangan, pihaknya juga banyak menemukan kasus pernikahan anak

"Kerja sama ini sangat positif bagi kedua belah pihak. Tapi goal besarnya adalah bagaimana agar pernikahan anak bisa diminimalisasi, sebab hal ini ibarat fenomena gunung es," tuturnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X