Ribuan Hektar Lahan Indonesia Power Bakal Disulap Hutan Tanaman Energi

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:43 WIB
Ribuan hektar lahan milik PT Indonesia Power di berbagai daerah bakal disulap menjadi Hutan Tanaman Energi (HTE). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Ribuan hektar lahan milik PT Indonesia Power di berbagai daerah bakal disulap menjadi Hutan Tanaman Energi (HTE). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ribuan hektar lahan milik PT Indonesia Power di berbagai daerah bakal disulap menjadi Hutan Tanaman Energi (HTE) guna mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Pohon yang ditanam pada Hutan Tanaman Energi adalah pohon gamal, lamtoro, dan kaliandra yang dikenal sebagai pohon energi karena memiliki kandungan energi panas atau nilai kalor masing-masing 4.548 kkal/kg, 4.967 kkal/kg, dan 4.617 kkal/kg.

Selanjutnya biomassa yang dihasilkan dari tanaman energi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga uap(PLTU) sebagai campuran batubara untuk dorong target bauran EBT 23 persen pada tahun 2025 sesuai Undang-Undang No.30/2007 tentang Energi. 

Baca Juga: Revitalisasi Alun-alun Cililin dan Lembang KBB Dinilai Tak Urgen: Masih Banyak Jalan Rusak

"Pada prinsipnya kayu dari HTE ini bisa langsung dipakai untuk stoker pembangkit listrik uap akal kecil, bisa dengan kayu gelondongan langsung. Tapi untuk pembangkit besar perlu bentuk serbuk. Kita sudah ada mesin pengolahannya," kata Direktur Utama Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi saat acara Penanaman Pohon Perdana HTE di Padalarang, Rabu 19 Januari 2022. 

Indonesia Power menargetkan biomassa dari HTE ini bisa mencapai 10 persen dari energi yang membutuhkan atau 2,5 juta ton per tahun. Untuk mencapai target tersebut membutuhkan lahan seluas 12.500 hektar. 

Ribuan hektar lahan milik PT Indonesia Power di berbagai daerah bakal disulap menjadi Hutan Tanaman Energi (HTE). (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Maka untuk tahap pertama akan diproyeksikan di lahan seluas 382 haktare dengan jumlah tanaman energi 1,9 juta batang. Warga sekitar bakal dilibatkan baik untuk menanam atau pun mengolah biomassa itu sesuai standar nasional. 

"Jadi ini listrik kerakyatan. Listrik berbasis dari masyarakat. Karena setelah panen muncul lagi akar tidak tercerabut. Warga yang menanam akan diajari untuk menghasilkan tanaman energi sesuai SNI. Ini kesejahteraan untuk masyarakat sekaligus melestarikan alam," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X