Satpol PP Kota Bandung Kembali Segel Hotel Moxy, Apa Penyebabnya? 

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:00 WIB
Satpol PP Kota Bandung kembali menyegel hotel Moxy yang berada di kawasan Dago, tepatnya di Jl. Ir. H. Juanda No.69, Kelurahan Tamansari. (Ayobandung/Muslim Yanuar Putra)
Satpol PP Kota Bandung kembali menyegel hotel Moxy yang berada di kawasan Dago, tepatnya di Jl. Ir. H. Juanda No.69, Kelurahan Tamansari. (Ayobandung/Muslim Yanuar Putra)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Bandung kembali menyegel Hotel Moxy yang berada di kawasan Dago, tepatnya di Jl. Ir. H. Juanda No.69, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. 
 
Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi menjelaskan, penyegelan terhadap bangunan Hotel Moxy ini diakibatkan oleh kapasitas ruangan yang melanggar batas ketentuan maksimal. 
 
Rasdian menjelaskan, bangunan tersebut hanya bisa digunakan hingga lantai 6 saja. Sedangkan, untuk lantai 7, 8, 9, dan rooftop bangunan tersebut tidak diperbolehkan untuk dioperasikan.
 
"Tapi hasil pengecekan petugas di lapangan menunjukkan adanya pemanfaatan berupa pembukaan kamar hingga rooftop-nya," ujar Rasdian saat ditemui, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Berangkat dari temuan tersebut, pihaknya langsung melakukan rapat koordinasi dengan berbagai elemen terkait untuk melakukan penyegelan Hotel Moxy, seperti dengan Aparat Kepolisian, Kejaksaan, dan Dinas Tata Ruang, turut serta dalam proses penyegelan
 
 
"Sebelumnya, pernah dilakukan penyegelan oleh Bagian Perizinan, dengan adanya regulasi baru maka Satpol PP memiliki kewenangan untuk melakukan penyegelan tersebut," lanjutnya. 
 
Maka dari itu, kata dia, penyegelan kembali dilakukan mengingat Hotel Moxy tidak bisa melakukan dedikasi hukum akibat perizinan pembangunan yang diizinkan oleh Pemerintah Kota Bandung.
 
 
Saat itu Pemkot Bandung melalui Dinas Tata Ruang hanya mengizinkan pembangunan maksimal 6 lantai. 
 
"Selama disanksi tersebut tidak boleh mengoperasionalkan lantai 7, 8, dan 9. Di lapangan, ketiga lantai tersebut dimanfaatkan sehingga disegel ulang (terbaru) sampai sanksi habis yakni Juni 2022," ujarnya. 
 
 
Tak hanya penyegelan sementara, pihaknya bahkan bisa mencabut izin operasional hotel sampai pihak manajemen bisa menuntaskan kewajiban penyelesaian sanksi
 
"Kalau Juni 2022 juga tidak membayar sanksi dan sebagainya, kita ada juga tindakan berikutnya yaitu dibekukan operasionalnya sampai menyelesaikan sanksi," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X