Bupati Bandung Minta Petani Belajar dari Longsor Pangalengan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 13:47 WIB
[Ilustrasi peringatan longsor] Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta petani untuk belajar dari kejadian longsor di Pangalengan beberapa hari lalu. (Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)
[Ilustrasi peringatan longsor] Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta petani untuk belajar dari kejadian longsor di Pangalengan beberapa hari lalu. (Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)
SOREANG,AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta petani untuk belajar dari kejadian longsor di Pangalengan beberapa hari lalu.
 
Dadang mengatakan, kejadian longsor yang mengakibatkan 1 orang warga tewas dan 7 lainnya luka-luka diakibatkan oleh kesalahan komoditi pertanian di lahan dengan kontur lereng.
 
"Kemiringan di lokasi mencapai 45 derajat. Tapi ditanami oleh sayuran," ujar Dadang, Selasa 18 Januari 2022.
 
Seharusnya di lahan dengan kemiringan 45 derajat bukan ditamani oleh sayuran yang tidak memiliki struktur penguat tanah. Dengan tebing yang ditanami sayuran, menjadikan rawan bencana longsor.
 
 
"Minimal ditanami kopi," ujarnya.
 
Kalaupun bersikeras ingin bercocok tanam jenis sayuran, paling tidak dilakukan rekayasa komoditi.
 
Tumpang sari bisa dilakukan yakni memanfaatkan sebagian lahan dengan menanam tanaman keras diantara sayuran.
 
 
"Harus ada tanaman keras minimal berjarak 2,5 meter," ujarnya.
 
Dengan pola tumpangsari, paling tidak ada akar tanaman keras yang bisa mengikat tanah untuk meminimalisasi pergerakan tanah atau longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anggaran BTT Kabupaten Bandung Masih Besar

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:07 WIB
X