Kronologi Pungli SMAN 22 Bandung, Menimpa Siswa Pindahan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 12:14 WIB
pungli SMAN 22 Bandung. Ilustrasi. (Pixabay/Mohamad Trilaksono )
pungli SMAN 22 Bandung. Ilustrasi. (Pixabay/Mohamad Trilaksono )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tim Satgas Saber Pungli Jabar menjelaskan kronologi pungli SMAN 22 Bandung. Pungli itu tak sesuai aturan terkait mutasi siswa.

Yudi menjelaskan, tim Saber Pungli Jabar awalnya menerima laporan soal orang tua siswa yang dimintai uang terkait perpindahan anaknya dari sekolah di Jakarta ke Bandung. Duit yang diminta pihak sekolah di Bandung disebut Rp 20 juta.

“Orang tua ini keberatan dengan nilai Rp 20 juta,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Satgas Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat, dilaporkan Republika, Selasa, 18 Januari 2022.

Baca Juga: Aturan Tak Jelas dan Tak Rinci Dinilai Jadi Celah Pungli SMAN 22 Bandung

Karena merasa keberatan, kata Yudi, orang tua siswa itu bernegosiasi dengan dengan salah satu pejabat di sekolah tersebut. Kemudian angkanya sempat turun menjadi Rp 15 juta.

“Turun lagi Rp 10 juta, langsung dibayar di sana,” ujar dia.

Pada 15 Januari lalu, Yudi mengatakan, tim Saber Pungli Jabar mendatangi sekolah di Bandung itu untuk mendalami soal dugaan pungutan liar. Menurut dia, saat itu dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu wakil kepala sekolah (wakasek) yang diduga mengetahui soal pungutan terhadap orang tua siswa pindahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Yudi, diduga soal pungutan itu diketahui oleh kepala sekolah. “Ini atas sepengetahuan, yang diketahui oleh kepala sekolah, untuk melakukan pungutan terhadap orang tua siswa yang mutasi,” ungkap dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jumlah orang tua siswa yang diduga dimintai pungutan terkait mutasi itu bertambah menjadi tiga orang.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X