Dugaan Praktik Pungli di SMAN 22 Bandung, Kepsek dan Wakepsek Diduga Terlibat

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:26 WIB
[Ilustrasi] Pungli -- Kepsek dan Wakepsek diduga terlibat dalam dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung. (Pixabay)
[Ilustrasi] Pungli -- Kepsek dan Wakepsek diduga terlibat dalam dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung. (Pixabay)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepsek dan Wakepsek diduga terlibat dalam dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung.
 
Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat mengungkapkan, terduga pelaku Wakepsek bidang Humas berinisial ER diketahui mendapat petunjuk dari Kepala Sekolah saudara H.
 
Kedua nama ini dikantongi Tim Saber Pungli Jabar setelah menindaklanjuti laporan dari orang tua siswa yang akan mutasi ke sekolah tersebut.
 
 
"Pelakunya berdua, meminta kepada orang tua siswa yang akan mutasi selaku korban sebesar Rp20 juta," kata Yudi ketika berbincang, Sabtu, Januari 2022.
 
Namun dikarenakan masih pandemi Covid-19, menurut orang tua siswa angka tersebut terlalu tinggi, maka dilakukanlah negosiasi.
 
Awal mulanya ditawar menjadi Rp15 juta, akan tetapi harga dirasa masih tinggi, akhirnya sepakat di angka Rp10 juta.
 
"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terbukti ternyata yang kasih bukan cuma satu pengadu ini, tapi ada tiga orang. Kita amankan 30 juta dari tiga orang itu," ujar Yudi.
 
 
Ketika disinggung alasan kedua terduga pelaku meminta uang, Yudi hanya menjawab bahwa apa pun alasannya, praktik pungli tidaklah dibenarkan berdasarkan Pergub 21 tahun 2021 tentang penerimaan siswa baru.
 
"Apakah bukti yang kita dapat ini memenuhi unsur pidana. Apabila memenuhi maka akan dilimpahkan ke APH (Aparat Penegak Hukum)," jelasnya.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Dedi Supandi mengatakan, pihaknya kecewa dengan adanya dugaan praktik pungli di SMAN 22 Bandung ini.
 
Pihaknya juga sedang menunggu hasil gelar perkara yang akan dilakukan oleh Tim Saber Pungli Jabar.
 
 
Sebab, dari gelar perkara itu, maka bisa ditentukan apakah terduga pelaku mendapat hukuman disiplin atau pidana.
 
"Kita lihat dulu rekomendasinya. Karena nanti tim saber pungli menggelar perkara, akan ada rekomendasi apakah hukuman disiplin atau lanjut aspek pidana," ungkapnya ketika dihubungi, Sabtu, 15 Januari 2022.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X