Dugaan Praktik Pungli di SMAN 22 Bandung, Orang Tua Siswa yang Akan Masuk Diminta Rp10 Juta

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:20 WIB
Ilustrasi uang pungli -- Tim Saber Pungli mengungkap adanya dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung. (Pixabay/Mohamad Trilaksono)
Ilustrasi uang pungli -- Tim Saber Pungli mengungkap adanya dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung. (Pixabay/Mohamad Trilaksono)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tim Saber Pungli mengungkap adanya dugaan praktik pungli atau pungutan liar di SMAN 22 Bandung.
 
Kepada Ayobandung.com, Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat menjelaskan, pihaknya mendapat laporan orang tua siswa yang akan masuk ke SMAN 22 Bandung atau mutasi, diminta sebesar Rp20 juta.
 
Dari laporan itu, pihaknya mulai melakukan penyelidikan pada 13 Januari hingga Jumat, 14 Januari 2022, dan memeriksa terhadap terduga praktik pungli, yakni ER, selaku Wakepsek bidang Humas SMAN 22 Bandung.
 
 
"Dan ER ini diketahui mendapat petunjuk dari Kepala Sekolah (SMAN 22 Bandung). Pelakunya berdua, meminta kepada orang tua siswa yang akan mutasi selaku korban sebesar Rp20 juta," kata Yudi melalui sambungan telepon, Sabtu, 15 Januari 2022.
 
Yudi melanjutkan, orang tua siswa yang mutasi ini awal mulanya keberatan dengan harga yang dipinta.
 
Kemudian orang tua siswa menawar karena kesulitan terlebih di masa pandemi Covid-19. Negosiasi pun terjadi, dan harga turun menjadi Rp15 juta.
 
"Kemudian ditawar lagi akhirnya sepakat Rp10 juta," ujar Yudi.
 
 
Kini kedua terduga pelaku praktik pungli ini, baik ER dan H, statusnya masih sebagai terperiksa.
 
Setelah pemeriksaan berlanjut, kata Yudi, pihaknya mendapati adanya bukti uang, bahwa bukan hanya satu orang saja berdasarkan laporan, melainkan terdapat orang tua siswa yang mutasi lainnya yang juga dipinta.
 
"Jadi ada tiga orang. Uang yang kita amankan ada Rp30 jura dari tiga orang. Dan itu hasil dari pemeriksaan yang digelar oleh Pokja Yustisi yang ada di Saber Pungli," jelasnya.
 
"Apa pun alasan (dugaan praktik pungli ini) tidak dibenarkan," sambungnya.
 
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi membenarkan adanya dugaan praktik pungli di SMAN 22 Bandung, yang dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas.
 
 
Dari kejadian itu, pihaknya masih menunggu hasil dari gelar perkara yang akan dilakukan oleh Tim Saber Pungli Jabar pekan ini.
 
"Nah ini (dugaan praktik pungli di SMAN 22 Bandung) harus menjadi cerminan ke depannya. Secara institusi, saya kecewa," kata Dedi ketika berbincang, Sabtu, 15 Januari 2022.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB

Kota Bandung Berlakukan 25 Persen WFH

Kamis, 27 Januari 2022 | 11:23 WIB
X