Pengamat Sebut Tuntutan Hukuman Mati HW Kontroversial

- Kamis, 13 Januari 2022 | 11:54 WIB
terdakwa HW dituntut hukuman mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
terdakwa HW dituntut hukuman mati, Selasa, 11 Januari 2022. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM  -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar menuntut terdakwa HW, guru rudapaksa santriwati, dengan hukuman mati dan kebiri kimia.

Menanggapi hal tersebut, pengamat hukum Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menyebut, jika majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa HW, maka hal itu dapat menimbulkan kontroversi.

"Sebenarnya sangat wajar, ya, (tuntutan hukuman mati oleh JPU kepada terdakwa HW), walaupun itu masih ada kontroversial. Karena masih menyangkut persoalan hak asasi manusia (HAM)," kata Asep dihubungi Ayobandung.com, Kamis, 13 Januari 2022.

Baca Juga: HW Dituntut Hukuman Mati, MUI Jabar: Kalau Hukum Islam Itu Dirajam!

Berbeda halnya dengan hukuman kebiri kimia untuk terdakwa HW, Asep menyebut, tuntutan itu masih terbilang wajar.

Sebab, lanjut Asep, tuntutan kebiri kimia diberikan demi memberikan efek jera yang optimal terutama kepada para predator seks.

"Dihukum kebiri kimia itu wajar, karena itu bisa memberikan efek jera supaya tidak mengulangi lagi. Dengan diberikannya kebiri kimia, maka bisa mencegah supaya dia tidak melakukan lagi pada saat dia bebas," jelasnya.

Tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia untuk terdakwa HW, guru rudapaksa santriwati, ini dituntut JPU Kejati Jabar saat sidang pembacaan tuntutan pada Selasa, 11 Januari 2022, di Pengadilan Negeri Bandung.

Baca Juga: Ini Alasan HW Dituntut Kebiri Kimia oleh Jaksa

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X