OPM Sebabkan Penjualan Turun 40 Persen, Ini Kata Pedagang Minyak Goreng

- Rabu, 12 Januari 2022 | 19:28 WIB
Akibat Pemerintah menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) minyak goreng di Pasar Soreang, pedagang minyak mengalami penurunan penjualan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Akibat Pemerintah menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) minyak goreng di Pasar Soreang, pedagang minyak mengalami penurunan penjualan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) minyak goreng di Pasar Soreang.

Akibatnya, pedagang minyak mengalami penurunan penjualan sebanyak 40 persen.

Asep Herman, salah seorang pedagang minyak di Pasar Soreng mengatakan, adanya OPM yang digelar di pasar tersebut membuat dirinya kehilangan pendapatan.

"Biasanya dari pagi itu sudah banyak pembeli, karena ada OPM jadinya berkurang," ujar Asep, Rabu 12 Januari 2022.

Baca Juga: 72.000 Liter Minyak Goreng Seharga Rp15.000 Akan Disebar di Jawa Barat

Pelanggan diduga banyak yang memilih untuk membeli minyak goreng dari tempat OPM yang dijual seharga Rp15.000/liter.

"Kalau dipersentasekan, penurunannya sekitar 40 persen," ungkapnya.

Namun demikian, Asep mengaku dia tidak mempermasalahkan OPM yang dilakukan walaupun berdampak pada pengurangan omzet.

"Menerima saja, itu kan program pemerintah. Jadi tidak apa-apa," katanya.

Baca Juga: Harga Kepokmas Stabil, Namun Sepi Pembeli

Sebagai pedagang, Asep juga berharap harga minyak goreng bisa turun, supaya masyarakat tidak merasa berat dengan harga saat ini yang mencapai Rp20.000/liter.

Padahal dengan harga yang turun, Asep mengaku dirinya akan mengalami kerugian karena stok minyak goreng dibelinya dengan harga tinggi. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB
X